Groundbreaking Masela Juni 2026 Tinggal Tunggu Ganti Rugi Tuntas Proyek LNG Rp 353 Triliun Siap Dimulai

Ekonomi, Nasional353 Dilihat

Jakarta – Dua puluh enam tahun. Itulah waktu yang sudah terbuang sejak Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, pertama kali ditemukan pada tahun 2000. Kini, tonggak bersejarah itu akhirnya ada di ujung jangkauan tangan.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Lapangan Abadi Masela ditargetkan terjadi pada Juni 2026. “Insya Allah bulan ini. Saya lagi mau nge-push,” ujar Djoko yang akrab disapa Djoksis, usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Satu Syarat Tersisa: Ganti Rugi Masyarakat Terdampak

Namun ada satu kunci yang masih menggantung. Pelaksanaan groundbreaking masih bergantung pada penyelesaian proses ganti rugi tanam tumbuh bagi masyarakat yang terdampak di sekitar kawasan proyek. Saat ini proses penilaian ganti rugi masih berlangsung dan melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan Tim Terpadu (Timdu).

“Setelah penyelesaian ganti rugi tanam tumbuh untuk masyarakat ya, lagi diproses sama KJPP ya sama Timdu, nanti kalau sudah selesai laporannya, terus pada saat ke sana langsung ganti rugi sekalian pembayaran, semuanya groundbreaking,” imbuh Djoksis.

Perjalanan Panjang Menuju Titik Ini

Proyek Masela bukan sekadar angka investasi jumbo. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh liku. Proyek Pengembangan Lapangan Abadi oleh Inpex Masela adalah proyek hulu migas terbesar dalam beberapa dekade terakhir yang dilengkapi dengan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS/CCUS) dan menelan investasi jumbo sekitar USD 20 miliar.

Sebagai konteks betapa besarnya proyek ini: nilai investasi Blok Masela mencapai USD 20,9 miliar atau setara Rp 324 triliun hampir tiga kali lipat nilai investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

Salah satu capaian kritis yang membuka jalan groundbreaking adalah terbitnya dokumen lingkungan. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk proyek tersebut resmi terbit dan diserahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup kepada SKK Migas pada Jumat, 13 Februari 2026. “Alhamdulillah akhirnya kemarin di hari baik Jumat Barokah telah terbit Amdal buat Proyek Masela, sebagai hadiah menjelang Ramadhan, Insya Allah Groundbreaking dalam waktu dekat,” kata Djoko saat itu.

Sebelumnya, fase Front-End Engineering and Design (FEED) secara resmi telah dimulai oleh Inpex bersama mitra joint venture yaitu PT Pertamina Hulu Energi Masela dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd. Peresmian fase FEED berlangsung di Hotel Mulia Jakarta dan dihadiri Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung serta Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.

Cadangan Gas Raksasa untuk Maluku dan Indonesia

Apa yang sesungguhnya tersimpan di bawah Laut Arafura itu? Angkanya mencengangkan.

Lapangan Masela memiliki cadangan gas sekitar 18,54 TCF (triliun kaki kubik). Setelah beroperasi penuh, kapasitas produksinya akan mencapai 9,5 MTPA LNG, 150 MMSCFD gas pipa, serta sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Lokasi proyek berada 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, dengan sumur-sumur minyak dan gas yang terletak di Laut Arafura pada kedalaman laut 400-800 meter dan kedalaman sumur 4.000 meter. Kilang LNG yang mencakup dua kereta pencairan LNG direncanakan dibangun di darat tepatnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

SKK Migas memperkirakan sekitar 40 persen produksi LNG dari proyek ini akan dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pasokan energi nasional di tengah tren kenaikan konsumsi gas.

Tiga Mitra Besar di Balik Proyek Ini

Proyek Abadi Masela dikelola oleh Inpex Masela Ltd. sebagai operator bersama dua mitra joint venture yakni PT Pertamina Hulu Energi Masela dengan kepemilikan 20 persen dan Petronas Sdn. Bhd. dengan kepemilikan 12 persen. Menurut CEO Inpex Takayuki Ueda, perusahaan berencana mengambil Keputusan Investasi Final (FID) pada tahun 2027 dengan target produksi dimulai awal 2030-an.

Proyek LNG Abadi Masela juga menjadi bukti komitmen Indonesia dalam meningkatkan produksi sekaligus menurunkan emisi. Lapangan gas Blok Masela memiliki potensi untuk penyimpanan karbon bahkan menjadi CCS Hub dengan kemampuan injeksi CO₂ sebesar 71-80 juta ton dan kapasitas penyimpanan 1,2 gigaton.

Harapan untuk Maluku dan Indonesia

Proyek Abadi Masela bukan sekadar urusan bisnis energi semata. Bagi Maluku dan seluruh rakyat Indonesia, ini adalah janji kedaulatan energi yang sudah terlalu lama menunggu.

Semoga Presiden Prabowo berkenan hadir langsung menyaksikan dan meresmikan groundbreaking bersejarah ini sebagai simbol nyata bahwa kekayaan alam Maluku kini benar-benar dikelola untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

BERSAMA-SAMA KITA BISA. Lebih baik lagi, Insya’Allah terealisasi dengan Baik.

#BlokMasela #ProyekAbadi #LNGMasela #SKKMigas #InpexMasela #Pertamina #Petronas #GroundbreakingMasela #EnergiMaluku #KedaulatanEnergi #LNG #GasAlamlndonesia #DjokoSiswanto #CCSHub #KepulauanTanimbar #MalukaUntukIndonesia #HuluMigas #EnergiNasional