Alarm Perang di Eropa: Intelijen Barat Sebut Rusia Bisa Serang NATO Sebelum 2030

Internasional227 Dilihat

Jakarta – Peringatan keras meluncur dari Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan bahwa berdasarkan penilaian intelijen Inggris dan negara-negara NATO lainnya, Rusia berpotensi melancarkan serangan terhadap aliansi tersebut paling cepat pada tahun 2030.

“Ini adalah penilaian intelijen kami dan penilaian negara-negara lain di NATO bahwa serangan Rusia terhadap NATO bisa terjadi seawal 2030. Anda bisa melihat urgensi dan prioritas yang kami berikan untuk ini sekarang,” ujar Starmer saat mengunjungi sebuah produsen drone di wilayah barat daya Inggris, Jumat (5/6/2026).

Starmer bukanlah pemimpin Barat pertama yang membunyikan alarm ini. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya telah memperingatkan bahwa Rusia bisa menyerang NATO pada 2030, dan bahkan menegaskan secara blak-blakan: “Jika Anda tidak meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5 persen termasuk 3,5 persen untuk belanja militer murni, Anda lebih baik belajar berbahasa Rusia. Itulah konsekuensinya.”

Senada dengan itu, Marsekal Udara Richard Knighton selaku kepala militer Inggris juga menyatakan kepada BBC bahwa dalam karier 35 tahunnya, saat ini adalah periode paling berbahaya yang pernah ia alami. “Penting bagi kita untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan angkatan bersenjata kita bersama sekutu untuk mencegah musuh melakukan sesuatu yang bodoh,” tegasnya.

Merespons ancaman tersebut, Starmer mengumumkan rencana pertahanan besar-besaran yang menargetkan belanja militer hingga 3 persen dari PDB pada 2034. Program ini mencakup pembangunan kapal selam baru dan pabrik amunisi untuk memulihkan kekuatan militer Inggris yang dinilai sudah terlalu lama terkuras, dengan pendekatan prioritas utama kepada NATO.

Starmer juga berjanji akan menerbitkan rencana investasi pertahanan 10 tahun yang selama ini tertunda sebelum KTT NATO di Turki yang dijadwalkan pada 7 Juli 2026. Rencana tersebut dikabarkan sempat tertahan akibat perbedaan pendapat antara Kementerian Keuangan dan sejumlah kementerian lain soal pembiayaan. Starmer menegaskan rencana itu akan “sepenuhnya didanai.”

Peningkatan kewaspadaan Inggris sejalan dengan perubahan postur pertahanan di seluruh Eropa. Polandia telah menggenjot belanja pertahanannya dari 2,7 persen PDB menjadi 4,2 persen pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 4,7 persen pada 2025. Jerman pun telah meningkatkan anggaran militernya dari 1,38 persen menjadi 2 persen PDB sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

NATO sendiri menargetkan lonjakan 400 persen dalam sistem pertahanan udara dan rudal untuk menjaga daya tangkal yang kredibel di seluruh wilayah aliansi.

Dengan hitungan mundur menuju 2030 yang kian terasa nyata, Eropa kini berpacu antara diplomasi dan persiapan tempur, sementara perang di Ukraina terus bergulir sebagai pengingat bahwa ancaman itu bukan sekadar skenario di atas kertas.

#RusiaNATO2030 #PeringatanPerang #KeirStarmer #NATO2026 #AncamanRusia #PertahananEropa #MarkRutte #KTTNATOTurki #InteligenInggris #PerangEropa #UkraineWar #DefenseSpending #NATOAlert #GeopolitikDunia #KeamananGlobal