Negara Jemaah Terbesar, Tapi Nihil Penghargaan: Indonesia Absen dari Podium Labbaitom Award 2026, Malaysia Sabet Diamond untuk Kelima Kalinya

Internasional222 Dilihat

Jakarta – Di tengah bangga-bangganya Indonesia menyandang status sebagai negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia, sebuah kenyataan pahit datang dari Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi mengumumkan penerima Labbaitom Award 2026 penghargaan tahunan bagi negara, maskapai penerbangan, dan lembaga dengan kinerja terbaik dalam pelayanan jemaah selama musim haji 1447 H. Nama Indonesia tidak tercantum dalam satu pun kategori yang diumumkan.

Malaysia Kembali di Puncak, Lima Kali Berturut-turut

Pengumuman disampaikan dalam acara tahunan Khatama Musk yang berlangsung di Makkah dan dihadiri langsung Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, bersama para pejabat serta perwakilan kantor urusan haji dari berbagai negara.

Malaysia kembali dinobatkan sebagai salah satu misi haji terbaik dunia dan ini merupakan pencapaian kelima kali berturut-turut di kategori tertinggi Diamond. Penghargaan Diamond Award pada kategori Kantor Urusan Haji juga diraih oleh Irak dan Ethiopia. Sementara pada tingkat berikutnya, penghargaan emas diraih oleh Djibouti, Komoro, dan Turki; perak oleh Maroko, Oman, dan Mesir. Singapura pun masuk dalam daftar penerima penghargaan sesuai kategorinya.

Dalam kategori komunikasi dan pelayanan jemaah, Excellence in Communication Award diberikan kepada perwakilan dari Turki, Kosovo, India, Ethiopia, Pakistan, dan Tajikistan.

Ironi Negara dengan Kuota Terbesar

Sebagai negara dengan kuota jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia justru tidak mendapat satu pun penghargaan dalam seluruh kategori yang tersedia.

Situasi ini semakin relevan karena pada musim haji 1447 H/2026 M, Indonesia tengah menjalani fase transisi kelembagaan dengan hadirnya Kementerian Haji dan Umrah sebagai institusi baru. Berbagai upaya perbaikan layanan telah dilakukan, mulai dari penguatan pengawasan di Armuzna, layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, hingga percepatan proses pemulangan jemaah. Namun, capaian itu rupanya belum cukup untuk bersaing di panggung penghargaan internasional.

Fakta di Lapangan: Jemaah 9 Jam Tanpa Makan, Lansia Jatuh Sakit

Absennya Indonesia dari daftar pemenang sejalan dengan serangkaian temuan serius Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI di lokasi ibadah.

Anggota Timwas Haji DPR Selly mengungkap bahwa ada jemaah yang telantar di dalam tenda tanpa asupan makanan selama berjam-jam. “Ada beberapa jemaah yang sudah 9 jam berada di dalam tenda tidak mendapatkan fasilitas makan. Akhirnya para lansia drop. Tentu saja ini menjadi perhatian dari DPR,” tegasnya.

Selain keterlambatan distribusi makanan, Selly juga menemukan berbagai persoalan fasilitas dasar: tenda yang tidak nyaman dan terlalu padat, serta sanitasi toilet yang jauh dari memadai sementara kebutuhan air bersih untuk wudu sangat tinggi.

Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang bahkan menegaskan bahwa seluruh layanan di Armuzna Arafah, Muzdalifah, dan Mina harus dievaluasi total, mulai dari bus, tenda, hingga kapasitas kamar mandi. Timwas menemukan sejumlah jemaah terpaksa tidur di luar tenda karena tidak tertampung.

Catatan Positif dan Desakan Evaluasi

Di balik berbagai persoalan, Timwas Haji DPR mengakui ada lompatan signifikan dalam pengaturan transportasi dan mobilisasi jemaah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan sampai capaian yang baik hari ini membuat kita berhenti melakukan pembenahan,” ujar anggota Timwas Jazilul Fawaid.

Pengamat kebijakan haji menilai tidak masuknya Indonesia dalam daftar penerima penghargaan dapat menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi penyelenggara haji nasional, agar kualitas pelayanan dapat semakin meningkat dan kembali bersaing dalam penghargaan pelayanan haji internasional pada tahun-tahun mendatang. Arab Saudi sendiri telah mulai menyosialisasikan kerangka awal penyelenggaraan haji 1448 H/2027 M kepada seluruh negara peserta. (Antara News NTT) Bagi Indonesia, itulah kesempatan pembuktian berikutnya.

#LabbaitomAward2026 #HajiTerbaik2026 #MalaysiaJuaraHaji #IndonesiaHaji2026 #HajiIndonesia #EvaluasiHaji #TimwasHajiDPR #LayananHaji #Armuzna #MinaHaji #KementerianHaji #HajiUmrah #JemaahHaji #IbadahHaji1447H #ReformasiHajiIndonesia