Prabowo Pulang dari Paris dengan Empat Kesepakatan Strategis dan Sikap Tegas Soal Palestina

Fokus, Nasional237 Dilihat

Jakarta – Kunjungan kenegaraan keempat Presiden Prabowo Subianto ke Prancis dalam kurun waktu kurang dari setahun bukan sekadar agenda seremonial. Di balik prosesi megah pengawalan 146 pasukan berkuda dan 27 personel motoris menuju Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026), lahirlah serangkaian komitmen konkret yang menyentuh sektor energi, perdagangan, pertahanan, hingga panggung geopolitik global.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa pertemuan bilateral Presiden Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée menghasilkan empat kesepakatan komersial baru yang terfokus pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

“Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, tercapai empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan,” kata Teddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Meski detail keempat kesepakatan tersebut belum diungkap secara terbuka, Seskab berlatar perwira TNI AD berpangkat letnan kolonel ini menegaskan capaian itu merupakan buah nyata dari intensnya hubungan diplomatik kedua negara belakangan ini.

Tak hanya soal perjanjian pemerintah ke pemerintah, Prabowo dan Macron juga menghadiri peluncuran perdana France-Indonesia High Level Business Council, forum bisnis tingkat tinggi yang diinisiasi bersama oleh KADIN Indonesia dan MEDEF International. Forum tersebut mempertemukan 30 pemimpin industri dan perusahaan dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan yang menembus angka USD 1,3 triliun.

Forum ini pun berkomitmen mengawal realisasi berbagai nota kesepahaman (MoU) dan komitmen investasi sebelumnya. Sebagai pengingat, saat Macron berkunjung ke Indonesia pada Mei 2025, sebanyak 27 MoU telah ditandatangani dengan total nilai kerja sama melampaui USD 11 miliar.

Di bidang pertahanan, Indonesia telah mengakuisisi sejumlah jet tempur Rafale dari Prancis, yang akan diperkuat melalui program pelatihan dan kerja sama di tingkat operasional. Latihan militer gabungan kedua negara pun akan diperbanyak, termasuk yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Kedua pemimpin juga menyepakati penyelenggaraan 12th Indonesia-France Defence Dialogue tahun ini, sekaligus mendukung perluasan program pelatihan militer bersama. (Bisnis) Di bidang teknologi mutakhir, kecerdasan buatan (AI) turut masuk dalam agenda pembicaraan strategis kedua negara.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kedua negara sepakat memperkuat investasi dan proyek strategis di sektor transportasi, kesehatan, transisi energi, teknologi, pertambangan berkelanjutan, mineral kritis, maritim, dan pertanian, termasuk penyusunan joint roadmap di sektor pertanian.

Di tengah agenda ekonomi yang padat, Prabowo juga menyuarakan posisi moral Indonesia di panggung internasional.

“Saya juga sangat gembira bahwa Prancis menjadi salah satu pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan Barat untuk mendukung solusi dua negara bagi kemerdekaan Palestina,” ujar Prabowo.

Kedua pemimpin menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan negara, integritas wilayah, dan multilateralisme berbasis Piagam PBB, serta menolak penggunaan kekuatan militer dan menyerukan penyelesaian damai konflik di Palestina, Iran, Ukraina, dan Lebanon. Mereka juga menyuarakan keprihatinan atas eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang dinilai mengancam stabilitas kawasan dan pasokan energi global.

Kunjungan kenegaraan Prabowo mendapat sambutan resmi penuh dari pemerintah Prancis, diawali dengan upacara kenegaraan di Les Invalides, Paris, serta penerimaan langsung oleh Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu. Setelah itu, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Istana Élysée dengan pengawalan kehormatan 146 pasukan berkuda dan 27 personel motoris sebelum disambut Presiden Macron berserta Ibu Negara Brigitte Macron.

“Kehormatan bagi Presiden adalah kehormatan bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Seskab Teddy.

Sejumlah kalangan mempertanyakan lawatan yang sudah berlangsung beberapa kali itu, meskipun masa pemerintahan Prabowo baru berjalan kurang dari dua tahun. Namun, para analis menilai intensitas kunjungan ini mencerminkan kepentingan strategis nyata.

“Oleh karena itu, tidak mengherankan Prabowo diterima dengan hangat oleh menteri pertahanan Prancis sebelum bertemu Presiden Emmanuel Macron,” ujar Irfan Ardhani, pengajar Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, saat dihubungi Liputan6.com. “Di samping pengadaan alutsista, terlihat upaya Prabowo agar Indonesia mendapat keuntungan ekonomi dari kunjungan kali ini.”

Prabowo sendiri menegaskan hubungan Indonesia dan Prancis kini berada di level terbaik sepanjang sejarah, dengan kerja sama yang terbangun di berbagai bidang mulai dari pertahanan, pendidikan, hingga sains dan teknologi.

#PrabowoMacron #IndonesiaPrancis #DiplomacyRI #KunjunganKenegaraan #KerjasamaStrategis #FranceIndonesia #PolitikLuarNegeri #Rafale #PalestinaHardiMerdeka #SolusiDuaNegara #BusinessCouncil #Prabowo2026 #IndonesiaGoGlobal #TransisiEnergi #KeamananNasional

News Feed