SUMATERA LUMPUH AKIBAT BLACKOUT MASSAL, PEMERINTAH DESAK PLN UNGKAP PENYEBAB UTAMA

Fokus, Nasional, Regional274 Dilihat

Jakarta – Pemadaman listrik melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera pada Jumat malam (22/5), mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan beberapa kota mengalami kegelapan total. Pemerintah kini menunggu hasil investigasi resmi dari PT PLN terkait penyebab utama gangguan sistem kelistrikan tersebut.

Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Daerah, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin berspekulasi sebelum investigasi PLN selesai. Ia menekankan bahwa pemadaman listrik yang memengaruhi berbagai wilayah di Sumatera harus diselidiki secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“PLN ingin memeriksa apa yang sebenarnya terjadi,” kata AHY kepada wartawan di Jakarta.

Pemadaman listrik skala besar tersebut dilaporkan dimulai sekitar pukul 18.45 WIB. Daerah yang terdampak meliputi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan sebagian Aceh. Medan menjadi salah satu daerah yang paling terdampak, dengan lampu jalan, lampu lalu lintas, dan fasilitas umum tiba-tiba padam pada jam-jam sibuk malam hari. Gangguan tersebut memengaruhi aktivitas masyarakat.

Beberapa area komersial, tempat ibadah, dan jalan utama untuk sementara gelap gulita. Kemacetan lalu lintas juga dilaporkan di beberapa lokasi karena kerusakan lampu lalu lintas. Seorang warga Medan bernama Risma mengungkapkan keterkejutannya ketika listrik tiba-tiba padam saat ia sedang melaksanakan salat Maghrib berjamaah.

“Saya sedang salat ketika listrik padam, sehingga menjadi gelap gulita,” katanya.

PLN mengindikasikan bahwa gangguan tersebut kemungkinan disebabkan oleh masalah pada sistem transmisi di Sumatera bagian tengah. Indikasi awal menunjukkan masalah pada Saluran Transmisi Tegangan Tinggi (SUTET) 275 kilovolt yang menghubungkan Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Saluran ini merupakan salah satu jalur distribusi utama untuk listrik di Sumatera. Akibat masalah transmisi tersebut, sistem interkoneksi Sumatera mengalami tekanan yang signifikan, menyebabkan pemadaman listrik yang meluas di beberapa provinsi.

PLN segera menerapkan manajemen beban dan manuver jaringan untuk mencegah gangguan semakin memburuk. Didik Wicaksono, General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, menyatakan bahwa proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tim teknis di berbagai wilayah.

“PLN terus mengoptimalkan proses pemulihan sistem kelistrikan agar pelanggan dapat kembali menikmati pasokan listrik normal,” katanya.

Hingga Sabtu (23/5), PLN mengklaim bahwa lebih dari 1,5 juta pelanggan di Riau dan Kepulauan Riau telah kembali menikmati pasokan listrik normal. Namun, proses pemulihan masih berlangsung secara bertahap di wilayah lain. Pemerintah memandang pemadaman listrik ini sebagai peringatan serius mengenai keandalan sistem kelistrikan nasional, terutama di daerah yang bergantung pada jaringan interkoneksi skala besar. Selain berdampak pada aktivitas rumah tangga, pemadaman listrik yang meluas juga berdampak pada perekonomian, transportasi, dan pelayanan publik. AHY menekankan bahwa pasokan listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan harus dijaga setiap saat.

“Kita harus memastikan bahwa pelayanan publik yang penting, seperti listrik, selalu tersedia,” kata AHY.

Insiden ini juga menarik perhatian pada kesiapan infrastruktur listrik dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi gangguan transmisi. Beberapa laporan awal menunjukkan bahwa kondisi cuaca buruk di wilayah transmisi Sumatera tengah mungkin telah berkontribusi pada kegagalan jaringan. Namun, PLN masih melakukan investigasi teknis untuk memastikan penyebab utamanya. Pemadaman listrik yang meluas di Sumatera segera menarik perhatian publik di media sosial. Banyak warga membagikan gambar kota-kota yang tiba-tiba gelap dan menyatakan kekhawatiran tentang gangguan aktivitas akibat pemadaman listrik yang berlangsung selama beberapa jam. Pemerintah telah meminta agar hasil investigasi PLN tidak hanya menjelaskan penyebab pemadaman tetapi juga menjadi dasar untuk tinjauan komprehensif sistem distribusi listrik nasional untuk mencegah insiden serupa meluas di masa mendatang.