RUPIAH MELEMAH, PRABOWO SANTAI: “RAKYAT DESA TIDAK PAKAI DOLAR”

Ekonomi, Fokus152 Dilihat

Jakarta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto optimistis terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurut dia, perekonomian Indonesia masih terkendali, meski rupiah tengah dilanda ketidakpastian global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di seluruh dunia.

Hal tersebut diutarakan oleh Prabowo saat peresmian Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pidatonya, ia pada dasarnya mengatakan bahwa ketika nilai tukar rupiah melemah, bukan berarti negara kita sedang krisis atau kehancuran ekonomi total.

Prabowo berpendapat bahwa sebagian besar masyarakat di pedesaan tidak terlalu merasakan naik turunnya nilai dolar AS. Ia menyebutkan bahwa masyarakat di desa biasanya menggunakan rupiah untuk berbelanja dan melakukan pekerjaan sehari-hari, dibandingkan menggunakan uang asing. Ia berpendapat bahwa masyarakat akar rumput tetap stabil meskipun nilai tukar global sedang naik turun.

Prabowo menekankan bahwa perekonomian yang kuat bukan hanya soal nilai rupiah; namun juga tentang menjaga kecukupan pangan, energi, dan memastikan masyarakat mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Beliau menyebutkan bahwa pemerintah masih dapat menjaga agar beras, pupuk, dan energi dapat mengalir dengan lancar di berbagai wilayah di Indonesia.

Akhir-akhir ini, nilai tukar rupiah mendapat banyak tekanan terhadap dolar AS. Sekelompok ahli berpendapat pelemahan ini mempunyai banyak alasan di baliknya, seperti kekacauan politik di Timur Tengah, dolar AS yang semakin menguat, pasar dunia yang goyah, dan aliran uang keluar dari negara-negara kurang berkembang. Rupiah mencapai sekitar Rp 17.600 untuk setiap dolar AS.

Namun menurut pemerintah, basis ekonomi Indonesia cukup kokoh dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Berbagai tanda seperti stok pangan, berapa banyak energi yang dapat kita hasilkan, dan menjaga kestabilan perekonomian dalam negeri masih menjadi tulang punggung utama permasalahan keuangan negara kita, bahkan ketika keadaan menjadi sulit dari luar.

Prabowo juga mengatakan kepada masyarakat untuk tidak takut dengan cerita yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia akan melemah hanya karena naik turunnya perdagangan mata uang. Ia mengatakan kita harus melihat perekonomian nasional secara keseluruhan, tidak hanya sektor besar tetapi juga sektor pertanian, memastikan kita memiliki cukup pangan, dan usaha-usaha kecil lokal yang terus berkembang.

Sejumlah ekonom telah memperingatkan kita untuk mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah karena hal ini dapat meningkatkan harga impor, membuat utang luar negeri kita lebih sulit untuk ditangani, dan menaikkan harga beberapa barang. Namun di sisi lain, beberapa industri yang bergantung pada ekspor sebenarnya dapat memperoleh manfaat dari penurunan nilai tukar rupiah, meskipun hal ini diimbangi oleh peningkatan dalam produksi dan perpindahan barang.

Komentar-komentar Prabowo mengenai penduduk desa yang tidak menggunakan dolar memicu banyak perbincangan di media sosial. Beberapa orang berpendapat bahwa poin ini menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat kecil masih bergantung pada kegiatan-kegiatan lokal. Namun, beberapa orang berpendapat bahwa pemerintah harus mengawasi bagaimana pelemahan rupiah dapat mengganggu biaya kebutuhan sehari-hari dan apa yang sebenarnya mampu dibeli oleh masyarakat.