KETEGANGAN TIMUR TENGAH MEMANAS, TRUMP DAN XI JINPING SEPAKAT SELAT HORMUZ HARUS AMAN

Fokus, Internasional32 Dilihat

Washington DC – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing menghasilkan kesepakatan penting mengenai keamanan jalur energi dunia. Gedung Putih mengumumkan bahwa kedua kepala negara sepakat untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk menjamin aliran energi global tidak terganggu, terutama dengan ketegangan di Timur Tengah yang semakin meningkat.

Kesepakatan ini terjadi ketika keadaan di Teluk Persia kembali tegang karena perselisihan Iran-AS. Meludah Selat Hormuz sangat penting bagi pelayaran global karena merupakan jalur utama pergerakan minyak dan gas ke seluruh dunia. Sekitar satu dari lima minyak dunia dikirim melalui jalur sempit ini setiap hari.

Dalam pernyataan resmi Gedung Putih usai pertemuan bilateral, Washington menegaskan bahwa Trump dan Xi Jinping memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya menjaga kebebasan navigasi internasional di Selat Hormuz. Kedua negara berpendapat bahwa mengacaukan jalur ini dapat menyebabkan kekacauan besar dalam perekonomian dunia, khususnya dalam bidang energi dan perdagangan.

Selain masalah pelayaran internasional, kedua pemimpin juga membicarakan program nuklir Iran. Gedung Putih mengatakan Trump dan Xi Jinping sama-sama menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Pola pikir itu menunjukkan kesamaan antara Washington dan Beijing dalam menjaga stabilitas di Timur Tengah, meskipun mereka sering berselisih mengenai masalah politik global yang berbeda.

Pertemuan besar tersebut terjadi ketika semua orang khawatir akan kemungkinan gangguan pasokan minyak dunia. Belakangan ini, keadaan di sekitar Selat Hormuz tampak semakin goyah dari segi keamanan. Sejumlah kapal dagang dikabarkan mengalami serangan, dan beberapa insiden penyitaan kapal juga meningkatkan ketegangan di kawasan.

Outlet berita internasional mengatakan pemerintah Tiongkok benar-benar ingin menjaga rute Hormuz tetap aman karena sebagian besar energi mereka berasal dari Timur Tengah. Tiongkok mungkin mempertimbangkan untuk meningkatkan pembelian minyak dari AS untuk mengurangi ketergantungan energi di wilayah yang tegang.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebutkan bahwa Tiongkok benar-benar ingin rute Hormuz dibuka karena perekonomian Tiongkok bergantung pada pergerakan energi dunia yang stabil. Situasi Selat Hormuz bukan hanya tentang perselisihan lokal lagi; ini juga merupakan masalah besar bagi perekonomian global.

Iran menekankan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz cukup terbuka bagi kapal-kapal komersial. Teheran menyalahkan gerakan militer AS di wilayah tersebut sebagai alasan utama meningkatnya ketegangan dan kekacauan pelayaran global.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing dinilai menjadi salah satu agenda diplomatik terpenting tahun ini. Selain membahas mengenai perdagangan dan teknologi, perundingan AS-Tiongkok juga menyoroti upaya kedua negara untuk menghentikan kekacauan di Timur Tengah agar tidak menjadi masalah global. Sekelompok pakar global menilai kesepakatan mengenai Selat Hormuz merupakan tanda bahwa Washington dan Beijing mulai sepakat untuk menjaga perekonomian tetap stabil dan menjaga dunia tetap aman.