KEPALA SKK MIGAS UNGKAP KABAR POSITIF: PRODUKSI BANYU URIP MENINGKAT DI TENGAH PENURUNAN ALAMIAH

Bojonegoro — Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan kabar menggembirakan dari sektor hulu migas. Di tengah tantangan penurunan produksi alamiah, Lapangan Banyu Urip berhasil menunjukkan peningkatan produksi melalui berbagai upaya teknis yang dilakukan secara intensif.

Lapangan yang berada di wilayah Blok Cepu ini merupakan salah satu penyumbang utama produksi minyak nasional, yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited bersama Pertamina.

Seiring bertambahnya usia lapangan migas, produksi minyak secara alami akan menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai metode rekayasa reservoir diterapkan.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Injeksi kimia, untuk mengurangi produksi air dan meningkatkan efisiensi aliran minyak
  • High rate test, guna mengoptimalkan laju produksi sekaligus mengendalikan gas yang ikut terproduksi
  • Pemasangan plug (penyumbat sumur), untuk membatasi masuknya air dari zona tertentu

Pendekatan ini bertujuan menjaga agar produksi minyak tetap optimal dengan meminimalkan fluida non-minyak seperti air dan gas yang dapat menghambat produksi.

Dari serangkaian upaya tersebut, lapangan Banyu Urip dilaporkan mampu memperoleh tambahan produksi minyak sekitar 1.000 hingga 2.000 barel per hari (BOPD) dari sumur-sumur yang dioptimalkan.

Angka ini dinilai cukup signifikan dalam konteks menjaga target produksi nasional, terutama di tengah tren penurunan produksi alami yang umum terjadi pada lapangan migas yang sudah matang.

Lapangan seperti Banyu Urip termasuk kategori mature field, di mana tekanan reservoir menurun dan kandungan air dalam produksi meningkat. Kondisi ini membuat produksi minyak menjadi lebih sulit dipertahankan tanpa intervensi teknologi.

Karena itu, inovasi dan optimalisasi teknik produksi menjadi kunci untuk memperpanjang umur lapangan serta menjaga kontribusinya terhadap pasokan energi nasional.

Sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak Indonesia, keberhasilan menjaga performa Lapangan Banyu Urip memiliki dampak langsung terhadap ketahanan energi nasional.

Tambahan produksi yang dihasilkan tidak hanya membantu menjaga lifting minyak, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Langkah optimalisasi yang dilakukan di Lapangan Banyu Urip menunjukkan bahwa teknologi dan strategi pengelolaan yang tepat mampu memperlambat penurunan produksi minyak. Meski menghadapi tantangan alamiah, lapangan ini tetap memberikan kontribusi signifikan bagi sektor energi nasional.

Upaya berkelanjutan seperti ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat.