SEGINI KALKULASI PEMERINTAH UNTUK BANTU KORBAN BENCANA DI SUMATRA

Fokus, Nasional337 Dilihat

 

Pemerintah tancap gas menangani dampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), penyaluran bantuan pangan diperkuat dan galangan donasi dibuka lebar, memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi tanpa jeda.

Langkah cepat ini ditegaskan sebagai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan seluruh program pangan yang sudah berjalan diperkuat, sekaligus ditambah bantuan khusus bencana sesuai permintaan pemerintah daerah.

“Kami keluarkan bantuan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ada yang reguler dan nonreguler. Reguler itu rutin setiap tahun, sementara nonreguler adalah tambahan berdasarkan permintaan bupati dan gubernur,” ujar Amran saat pelepasan bantuan Kementan/Bapanas Peduli di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Amran mengungkapkan, nilai bantuan reguler yang bersumber dari APBN mencapai Rp918 miliar, berupa beras dan minyak goreng. Sementara bantuan nonreguler khusus bencana bernilai Rp330 miliar. Total anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp1,249 triliun.

“Dan terakhir, Gubernur Aceh meminta tambahan 10 ribu ton beras. Kami setujui dan langsung kirim,” tegas Amran, Jumat (12/12/2025).

Program reguler yang telah berjalan sejak Oktober mencakup distribusi 34,3 ribu ton beras dan 6,86 juta liter minyak goreng melalui Perum Bulog untuk 1.715.126 penerima bantuan pangan. Aceh menerima 10.613,6 ton beras dan 2,122 juta liter minyak goreng untuk 530.682 penerima. Sumatra Utara memperoleh 16.893,9 ton beras dan 3,378 juta liter minyak goreng untuk 844.696 penerima. Sementara Sumatra Barat menerima 6.794,9 ton beras dan 1,358 juta liter minyak goreng untuk 339.748 penerima.

Di luar program reguler, pemerintah juga mengoptimalkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana. Hingga 10 Desember, alokasi CBP bencana untuk Aceh mencapai 16,29 ribu ton yang menyasar 1,9 juta jiwa. Sumatra Utara mendapat 6,53 ribu ton untuk 1,8 juta jiwa, sedangkan Sumatra Barat memperoleh 795,7 ton untuk 237 ribu jiwa.

Tak hanya mengandalkan APBN, Kementan dan Bapanas turut menggalang donasi dari keluarga besar pegawai dan mitra. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp75 miliar. Dari jumlah itu, Rp44 miliar telah dikirim dalam bentuk barang menggunakan 153 truk.

“Hari ini dikirim Rp10 miliar, minggu lalu Rp34 miliar. Semua dalam bentuk barang,” jelas Amran.

Pengiriman tahap berikutnya dijadwalkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Bantuan mencakup berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari pangan seperti mie instan, sarden, biskuit, gula, beras, air mineral, hingga kebutuhan dasar lain berupa pakaian, selimut, mukena, kasur lipat, dan terpal.

Amran menegaskan pemerintah menjamin ketersediaan stok pangan nasional tetap aman. “Sesuai perintah Presiden, kami siapkan cadangan tiga kali lipat dari kebutuhan. Kita tidak akan membiarkan saudara-saudara kita kelaparan,” ujarnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan kekuatan stok pangan nasional, pemerintah berharap penanganan bencana di wilayah Sumatera dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

#BreakingNews #BantuanPangan #PrabowoSubianto #Kementan #Bapanas #Aceh #Sumut #Sumbar #NegaraHadir #PemulihanBencana