SEJARAH BARU LIFTING MINYAK INDONESIA! TARGET APBN 605 RIBU BPH RESMI TERLAMPUI

Ekonomi, Fokus, Nasional353 Dilihat

 

Sukses Pecahkan Rekor Sejak 2008: Produksi Migas RI Melonjak Berkat Fracking dan Insentif Manis, PNBP Migas Tembus Rp85 Triliun!

JAKARTA—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan kabar gembira yang menandai era baru sektor minyak dan gas (migas) nasional. Bahlil menyatakan keyakinan penuh bahwa target lifting minyak nasional sebesar 605 ribu barel per hari (bph) dalam APBN 2025 akan terlampaui secara signifikan.

“Insyaallah di 2025 ini, lifting kita bisa melampaui dari target APBN itu,” ujar Bahlil melalui keterangan resmi, Senin (8/12/2025).

Menurut Bahlil, untuk pertama kalinya sejak tahun 2008, Indonesia berhasil mencapai target lifting minyak yang termaktub dalam APBN. Data menunjukkan, terjadi peningkatan produksi minyak bumi periode Januari–Oktober 2025 sebesar 28,48 ribu barel per hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara rinci, produksi minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquids/NGL) pada Januari–Oktober 2025 tercatat sebesar 605,5 ribu barel per hari, secara resmi melampaui target APBN 605 ribu bph.

Kabar baik ini turut mendorong Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor migas yang kini telah mencapai sejumlah Rp85,89 triliun.

Bantah Minyak Habis: Kunci Sukses Ada di Teknologi Canggih
Bahlil menepis keraguan publik tentang habisnya sumber daya minyak Indonesia. “Pertanyaannya, apa memang benar minyak kita sudah nggak ada? Minyak kita ini ada, cuma dibutuhkan teknologi,” tegasnya.

Keberhasilan peningkatan lifting ini diklaim sebagai buah dari penerapan teknologi dan teknik produksi canggih, seperti fracking, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta horizontal drilling untuk menggenjot produksi di lapangan minyak yang sudah tua.

Selain itu, Pemerintah turut menawarkan reformasi fiskal, percepatan perizinan, dan peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier untuk menarik minat investor hulu migas.

“Jadi, itu caranya. Teknologi, percepatan regulasi, insentif pemanis, izin-izinnya kami percepat,” kata Bahlil.

Forel-Bronang Beri Kontribusi Besar
Keyakinan Bahlil diperkuat oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas, Nanang Abdul Manaf. Nanang mencatat, peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) ini adalah yang pertama kali terjadi sejak tahun 2016.

Peningkatan signifikan ini merupakan hasil nyata dari keberhasilan dua proyek pengembangan lapangan migas di Blok B Offshore Natuna Selatan yang dioperasikan oleh Medco E&P Ltd., yakni Lapangan Forel-Bronang dan Lapangan Terubuk Siput.

“Proyek-proyek ini telah berkontribusi sekitar tambahan 20 ribu barel minyak per hari untuk lifting minyak dan 60 juta kaki kubik gas per hari,” tutup Nanang.

#Hastag #LiftingMinyak #TargetAPBN #MenteriESDM #BahlilLahadalia #PNBPMigas #TeknologiEOR #Fracking #HuluMigas #BlokNatuna #EnergiNasional