RATUSAN WARGA ACEH ANTRI SEJAK SUBUM DEMI ELPIJI 3 KG

Fokus, Regional727 Dilihat

 

Pasca Bencana, Warga Banda Aceh Tercekik Kelangkaan Elpiji; Rela Berdesakan 5 Jam Hanya untuk Satu Tabung!

BANDA ACEH—Rentetan dampak bencana banjir dan longsor di Aceh kini merembet ke sektor energi. Ratusan warga di Banda Aceh, khususnya di wilayah Kecamatan Baiturrahman, memadati Pasar Tani sejak Senin (8/12/2025) pagi. Mereka berjuang dalam antrean panjang untuk mendapatkan tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) dan non-subsidi dalam operasi pasar yang digelar mendesak oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

Kelangkaan gas, baik tabung melon 3 kg maupun 12 kg, dilaporkan melanda pasaran pascabencana, membuat aktivitas memasak dan ekonomi rumahan lumpuh.

Lima Jam Berjuang untuk Satu Tabung
Perjuangan untuk mendapatkan kebutuhan pokok ini sungguh memilukan. Halimah (57), warga Baitussalam, mengaku sudah tiga hari keluarganya tidak bisa memasak. Selama itu, ia terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli makanan siap saji di warung.

“Saya antre dari jam lima pagi, baru dapat gas jam sepuluh. Hampir lima jam berdiri,” keluh Halimah. Ia berharap agar distribusi gas segera kembali normal agar ia bisa memasak harian untuk keluarganya tanpa hambatan.

Kondisi ini bahkan memukul sektor ekonomi kecil. Roghayah (49), seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan kue basah, terpaksa berhenti total.

“Jangankan untuk masak buat berjualan, untuk makan sehari-hari saja enggak ada gas. Kami terpaksa masak pakai kayu bakar,” ungkap Roghayah, yang juga menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat menormalisasi pasokan tanpa menaikkan harga jual.

Intervensi Cepat: 1.680 Tabung Dikirim
Pemerintah Kota Banda Aceh segera merespons krisis ini dengan menggelar operasi pasar di empat titik strategis, termasuk Pasar Tani Baiturrahman, Kuta Alam, dan Meuraxa. Intervensi proaktif ini bertujuan mengatasi kebutuhan energi warga yang terganggu parah akibat terputusnya akses transportasi.

Khusus di Pasar Tani, sebanyak 1.680 tabung gas 3 kg disiapkan. Sebanyak tiga truk, masing-masing membawa 560 tabung, tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Warga yang sudah mengantre sejak Subuh diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pembelian.

Demi meringankan beban masyarakat terdampak, harga jual untuk elpiji bersubsidi 3 kg dalam operasi pasar ini ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.

Kelangkaan gas ini dipastikan akibat pemutusan jalur transportasi utama oleh banjir dan longsor, yang menghambat pasokan logistik ke Banda Aceh dan sekitarnya. Pemerintah Kota memastikan operasi pasar akan terus dilaksanakan secara berkala hingga suplai kembali stabil dan aktivitas ekonomi warga benar-benar pulih.

#Hastag #KelangkaanElpiji #Gas3KgLangka #OperasiPasarBandaAceh #ElpijiBersubsidi #DampakBencanaAceh #BandaAceh #HargaGas #KebutuhanEnergi #BeritaAceh #KelangkaanBBM

News Feed