TANAH DATAR GERAK CEPAT SELAMATKAN PENGUNGSI

Fokus, Regional486 Dilihat

 

Tanah Datar kembali diguncang kabar pilu. Di tengah banjir bandang dan longsor yang menghantam tanpa ampun, ribuan warga Batipuh Selatan kini bertahan di pengungsian dengan kondisi serba terbatas. Pada Minggu (30/11/2025), pemerintah daerah akhirnya mengirimkan satu ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebagai suplai mendesak, upaya yang dinilai sebagai “tali pengikat harapan” di tengah darurat bencana.

Pengiriman itu dilakukan lewat prosesi cepat di Posko Utama Bencana Batu Taba. Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar, Yusnen, bersama jajaran pejabat daerah lainnya, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Camat Batipuh Selatan, Muhammad Sa’ad.

“Ini bukan sekadar beras. Ini bentuk tanggung jawab kami memastikan saudara-saudara kita tetap punya makanan di masa paling berat seperti sekarang,” ujar Yusnen, menegaskan urgensi situasi.

Bencana yang menggulung wilayah itu memang meninggalkan jejak kerusakan besar. Ribuan warga terpaksa menyingkir dari rumah, mencari perlindungan dari banjir bandang dan longsor yang datang beruntun. Data pemerintah mencatat 6.895 jiwa berada di titik-titik pengungsian hingga akhir November.

Di lapangan, gambaran kerusakan terlihat nyata: puluhan rumah hanyut, ratusan lainnya rusak berat, akses jalan terputus, jembatan roboh, sekolah dan rumah ibadah rusak, hingga lahan pertanian yang biasanya menjadi sandaran hidup warga kini porak-poranda. Total 64 rumah hilang disapu air, 270 rumah rusak berat, 62 rusak sedang, serta 5 rusak ringan. Tiga jembatan putus, beberapa lainnya rusak parah. Irigasi jebol. Lahan pertanian seluas 13,27 hektare tak lagi bisa ditanami.

Dengan kondisi itu, sebagian wilayah Batipuh Selatan benar-benar terisolasi. Truk bantuan tak bisa masuk. Jalan darat tak lagi memungkinkan. Karena itu, distribusi logistik harus dilakukan lewat jalur air menggunakan boat, menantang cuaca dan arus sungai yang tak menentu.

Pemkab Tanah Datar, bersama BPBD dan aparat gabungan, kini berpacu dengan waktu. Tantangannya jelas: memastikan tidak ada satu pun pengungsi yang kekurangan pangan, obat, atau perlengkapan darurat.

Pengiriman satu ton beras ini menjadi bagian dari rangkaian upaya darurat pemerintah—sekaligus alarm bahwa masa tanggap bencana masih panjang dan situasi di Batipuh Selatan belum sepenuhnya aman.

#TanahDatar #BanjirBandang #LongsorSumbar #BatipuhSelatan #BreakingNews #BencanaAlam #UpdateBencana #SumatraBarat #PeduliSesama #BeritaTerkini