Gelombang bencana hidrometeorologi yang menghantam Aceh Tengah sejak 25–28 November 2025 memaksa pemerintah daerah menetapkan status Tanggap Darurat. Banjir bandang dan longsor datang bertubi-tubi, meluluhlantakkan permukiman, akses jalan, hingga jaringan komunikasi. Hingga Jumat (28/11/2025), suasana di banyak desa masih gelap, dingin, dan terputus dari dunia luar.
3.213 KK Mengungsi, Ribuan Rumah Rusak
Data BPBD Aceh Tengah mencatat:
3.213 Kepala Keluarga mengungsi
1.890 rumah rusak: berat, sedang, hingga ringan
Banyak warga harus meninggalkan rumah hanya dengan pakaian di badan, sementara akses menuju lokasi pengungsian pun sulit dijangkau.
Akses Total Lumpuh — 9 Kecamatan Terisolir
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, menyampaikan kondisi infrastruktur yang hancur mempersulit seluruh proses penanganan darurat.
Kerusakan utama meliputi:
Jalan nasional menuju Aceh Tengah putus total
Puluhan ruas jalan antar-kecamatan dan desa rusak
9 kecamatan kini terisolir
15 jembatan terputus
Situasi kritis ini membuat distribusi bantuan nyaris berhenti, terutama ke wilayah pedalaman yang aksesnya tertutup total.
“Wilayah terisolir mengalami kekurangan logistik karena bantuan belum dapat disalurkan secara merata,” ujar Andalika.
Kelangkaan BBM, jaringan telekomunikasi terputus, dan pemadaman listrik di banyak kawasan memperparah keadaan.
Kebutuhan Mendesak: Pangan, Hunian, Energi, Transportasi
Untuk mempercepat penanganan darurat, Pemkab Aceh Tengah merilis daftar kebutuhan prioritas:
Kebutuhan Pangan:
Beras 500 ton
Telur 2.500.000 butir
Mi instan 10.000 dus
Air mineral 5.000 kotak
Sandang & Hunian Darurat:
Tenda 7.500 unit
Alas tidur 25.000 pcs
Selimut 15.000 pcs
Kasur lipat 25.000 unit
Kebutuhan Operasional:
Solar 100.000 liter
Pertalite/Pertamax 25.000 liter
Perahu karet/boat 5 unit
Kebutuhan yang masif ini menunjukkan betapa luas dan seriusnya dampak bencana yang terjadi.
Komunikasi Putus — Kominfo Berjuang Jaga Informasi
Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menegaskan bahwa pihaknya terus mencari celah untuk mengaktifkan kembali kanal komunikasi di daerah terisolasi.
“Fokus kami adalah memastikan informasi yang akurat dan cepat tersampaikan. Kami berupaya memulihkan jalur komunikasi agar bantuan dan evakuasi berjalan efektif,” katanya.
Seruan Terbuka: Semua Pihak Diharapkan Turun Tangan
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengimbau instansi vertikal, lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat luas untuk memperkuat penanganan darurat.
Seluruh bantuan dan koordinasi diarahkan melalui:
📍 Posko Utama Tanggap Darurat BPBD – Kantor Bupati Aceh Tengah
Bencana di Aceh Tengah belum berakhir. Dengan akses masih terputus di banyak titik dan kondisi cuaca yang belum stabil, operasi penyelamatan dan distribusi bantuan diprediksi berlangsung intens dalam beberapa hari ke depan.
#BreakingNews #AcehTengah #BanjirBandang #Longsor #BPBD #AcehDarurat #TanggapDarurat












