ISTANA SIAK RESMI JADI MUSEUM !

Fokus, Regional455 Dilihat

 

Di bawah langit Siak yang bening, kabar bersejarah itu akhirnya tiba: Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiyah—permata budaya Kerajaan Siak Sri Indrapura—resmi ditetapkan sebagai museum oleh Kementerian Kebudayaan RI. Sebuah tonggak yang tidak hanya menegaskan nilai sejarahnya, tetapi juga membuka jalan baru bagi pelestarian cagar budaya Melayu di Riau.

Kabar ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan Kementerian Kebudayaan RI Nomor 0977/L.L3/KB.13.02/2025, yang dikirimkan kepada Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau untuk diteruskan kepada pengelola Museum Istana Siak. Penetapan tersebut menutup proses panjang yang diawali dengan pengajuan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak.

“Hasil verifikasi menyatakan bahwa Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiyah Siak telah memenuhi seluruh syarat pendirian museum: mulai dari visi dan misi, koleksi, bangunan, SDM, hingga pendanaan tetap,” kata Kepala Dinas Pariwisata Siak, Tekad Perbatas Setia Dewa, Sabtu (22/11/2025).

Tekad mengungkapkan, dukungan penuh Bupati Siak, Afni Z, menjadi kunci penting. Audiensi sang Bupati bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta beberapa waktu lalu memperkuat pengajuan usulan yang akhirnya berujung pada keputusan ini. “Alhamdulillah, berkat dukungan Ibu Bupati, permohonan kita disetujui,” ujarnya.

Dengan status museum nasional, Istana Siak kini berhak mendapatkan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk mendukung perawatan dan pengembangan. Tahun depan, museum ini juga akan ditetapkan kategori resminya—A, B, atau C—yang akan menentukan besaran anggaran dan prioritas penanganannya. Museum dapat mengajukan rehabilitasi fisik, penataan interior, serta penguatan fasilitas edukasi.

Tekad menjelaskan, penamaan museum mengacu pada Peraturan Mendikbudristek Nomor 24 Tahun 2022 tentang pelaksanaan PP 66/2015. Berdasarkan ketentuan itu, Istana Siak memperoleh NPNM dengan nomor 14.08.U.04.0368 dan akan berada di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan Provinsi serta Kementerian Kebudayaan.

Saat ini, Kabupaten Siak mencatat dua cagar budaya yang telah berstatus museum nasional: Museum Balairung Sri dan Museum Istana Siak. Penetapan ini menciptakan payung yang lebih kuat bagi perlindungan warisan budaya Melayu, sekaligus memperluas peluang pengembangan wisata sejarah yang selama ini menjadi daya tarik utama Siak Sri Indrapura.

“Istana ini kini tidak hanya berdiri sebagai monumen masa lalu, namun sebagai museum resmi yang mendapatkan prioritas perawatan dan pembiayaan,” tutur Tekad.

Warisan kejayaan Kesultanan Siak—dari artefak bersejarah, arsitektur megah bergaya Eropa-Melayu, hingga koleksi pribadi Sultan Syarif Kasim II—kini memiliki rumah yang diakui secara nasional. Penetapan ini menandai babak baru perjalanan sejarah Siak, membuka ruang lebih luas bagi riset, edukasi publik, serta pelestarian budaya yang telah menjadi denyut nadi masyarakat Melayu Riau sejak berabad-abad lalu.

#IstanaSiak #MuseumSiak #CagarBudaya #RiauHeritage #KebudayaanNasional #FeatureNews #SiakSriIndrapura #WisataSejarah