Di tengah derasnya arus digitalisasi layanan publik, satu kabar mendadak menyenggol perhatian para pemilik kendaraan. Di ruang-ruang Samsat yang ramai, di kolom komentar media sosial yang gaduh, satu pertanyaan berputar-putar bak asap knalpot pagi hari: Apakah BPKB lama masih berlaku?
Kegelisahan itu dijawab langsung oleh Ditregident Korlantas Polri—dengan nada yang tegas, jernih, dan penuh penekanan.
Kombes Pol Sumardji, S.H., M.H., sosok yang memimpin Subdit BPKB, menyebut kesalahpahaman ini sudah terlalu jauh berkembang. “BPKB fisik yang sudah dimiliki masyarakat tetap sah dan tetap berlaku,” ujarnya, memastikan apa yang selama ini hanya jadi bisik-bisik. “Kami tidak menghilangkan BPKB fisik. Kami meningkatkan kualitas pelayanan dengan sistem elektronik melalui e-BPKB.”
Dalam penjelasannya, Sumardji menggambarkan e-BPKB bukan sebagai pengganti, melainkan evolusi layanan. Dokumen fisik tetap diberikan seperti biasa, lengkap dengan kekuatan hukum yang setara dengan generasi sebelumnya. Hanya saja, kini ada teknologi chip RFID yang menempel di tubuh e-BPKB—sejenis pengaman tambahan yang membuat data kendaraan dan identitas pemilik tak mudah dipalsukan.
Bagi masyarakat, manfaatnya terasa sederhana namun besar: verifikasi bisa dilakukan lewat gawai yang selalu berada di genggaman, dan data tak lagi terancam lenyap hanya karena buku terselip atau rusak.
Namun Sumardji tak menutup mata soal tantangan lain: rendahnya literasi digital di sebagian wilayah. Karena itu Ditregident menggencarkan sosialisasi—mulai dari loket BPKB, Samsat, dealer kendaraan, perusahaan pembiayaan, komunitas roda dua dan empat, sampai kanal media sosial yang setiap hari dijejali jutaan mata.
Pesan yang dibawa ke mana-mana tetap sama: BPKB lama tetap sah. e-BPKB hadir sebagai peningkatan layanan, bukan sebagai penghapus dokumen fisik.
Arahan Brigjen Pol Wibowo, S.I.K., M.Hum., selaku Dirregident Korlantas Polri, jadi kompas dari kampanye besar ini: masyarakat harus merasa aman, tidak kehilangan hak, dan tetap terlindungi meski sistem administrasi bergerak menuju era serba-digital.
Dengan edukasi yang terus berjalan, Ditregident berharap masyarakat makin akrab dengan teknologi baru ini—dan administrasi kendaraan Indonesia melompat ke masa depan yang lebih modern, lebih rapi, dan lebih aman.
#eBPKB #KorlantasPolri #Ditregident #BPKB #AdministrasiKendaraan #DigitalisasiLayanan #RFID #Polri #BeritaTerkini #GoogleNews Ready












