Di balik riuh malam Gianyar, ketika sorak-sorai suporter menyatu dengan aroma persaingan Bali United kontra Persib, sebuah keputusan dingin jatuh di meja Komite Disiplin PSSI. Dan pagi itu, CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menerima kabar yang sudah ia duga, namun tetap membuat dadanya mengeras: Persib harus membayar denda total Rp115 juta.
Kabar itu bukan sekadar sanksi administratif. Ada cerita yang bergulir dari balik tribun, dari flare yang menyala bagai mata merah di kegelapan, hingga botol air yang melayang dan terekam kamera pengawas. Kode disiplin bekerja seperti jam berdetak—tanpa kompromi, tanpa emosi.
Adhit tak menampik. Ia memilih menerima. “Putusan ini pengingat buat kita semua bahwa kedisiplinan itu penting. Kami menghargai proses Komite Disiplin dan akan mematuhi ketetapan yang berlaku,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Nada suaranya bukan sekadar klarifikasi—lebih seperti seseorang yang tengah menahan getir, tapi tetap berdiri tegak.
Ia tahu, ada kerinduan yang tak bisa dibendung: keinginan Bobotoh untuk selalu ada di mana Maung Bandung tampil. Namun regulasi tak bisa dinegosiasikan. Liga 1 2025/2026 telah menetapkan larangan suporter tamu hadir di stadion, diperkuat Pasal 5 Ayat 7 regulasi liga dan Pasal 141 Kode Disiplin PSSI 2023.
“Masih ada aturan yang harus kita hormati. Kerinduan Bobotoh itu saya paham betul, tapi ini untuk keselamatan bersama,” lanjut Adhit.
Itu bukan sekadar imbauan; lebih tepatnya doa agar kecintaan tak berubah menjadi petaka.
Ia berharap suporter lebih bijak, lebih tenang, lebih dewasa. “Semangat Bobotoh itu kekuatan besar. Kami percaya mereka bisa menunjukkan kedewasaan dalam mendukung Persib,” tutupnya.
Di balik pernyataan yang rapi itu, inilah tiga pelanggaran yang membuat Maung Bandung harus merogoh kocek:
— Rp25 juta untuk kehadiran suporter tamu, aturan yang masih saklek dilarang.
— Rp60 juta akibat flare yang menyala di beberapa titik tribun.
— Rp30 juta karena botol air mineral melayang dari Tribun Selatan.
Sanksi itu kini mengunci Persib dalam cermin kedisiplinan. Pertanyaannya: apakah ini akhir dari kekisruhan? Atau baru prolog dari ketegangan panjang jelang putaran kedua Liga 1?
Yang pasti, keputusan sudah diketuk. Dan Persib—beserta ribuan hati yang memayunginya—harus belajar sesuatu dari malam di Dipta.
#Persib #PSSI #Bobotoh #Liga12025 #BeritaBola #KomdisPSSI #PersibBandung
SUMBER: RRI






