Di tengah udara dingin Sydney yang berhembus pelan, Presiden Prabowo Subianto menghabiskan sebagian malamnya bukan dengan jamuan megah, melainkan dengan perbincangan hangat bersama mantan Perdana Menteri Australia, Paul Keating, Rabu (12/11/2025).
Pertemuan dua tokoh lintas generasi itu berlangsung di hotel tempat Presiden bermalam selama kunjungan kenegaraan. Tak ada formalitas berlebihan. Hanya dua negarawan duduk berhadapan, berbicara panjang soal masa depan kawasan — dari geoekonomi hingga geopolitik Indo-Pasifik yang terus bergejolak.
“Saya kira sangat bagus. Beliau sangat berpengalaman. Pemikiran-pemikiran beliau sangat jernih. Pengalaman beliau sangat banyak. Jadi saya merasa banyak sekali saya dapat dari pemikiran-pemikiran beliau,” ujar Presiden Prabowo usai pertemuan itu, dengan nada yang mencerminkan kekaguman.
Paul Keating, yang pernah memimpin Australia pada dekade 1990-an, dikenal luas sebagai arsitek kebijakan ekonomi terbuka dan pelaku diplomasi Asia-Pasifik. Di mata Prabowo, Keating bukan sekadar mantan pemimpin, melainkan pustaka hidup tentang politik dan ekonomi global.
Diskusi antara keduanya meluas — dari hubungan internasional, isu perdagangan dan pertahanan, hingga dinamika geoekonomi global yang makin kompleks. Presiden menuturkan, percakapan itu memperkaya pandangannya tentang posisi Indonesia dalam peta kekuatan dunia yang terus berubah.
“Ya, di bidang hubungan internasional, ekonomi, geoekonomi, geopolitik. Banyak sekali,” ucapnya.
Namun, bukan hanya soal analisis dan teori besar yang menjadi sorotan. Di balik obrolan dua negarawan itu tersirat satu pesan kuat: pentingnya membangun kepercayaan dan kerja sama nyata antara Indonesia dan Australia.
“Kita harus tahu bahwa kita bertetangga dan Indonesia berkepentingan punya hubungan baik dengan Australia. Demikian sebaliknya,” ujar Prabowo. “Kalau kita bekerja sama dengan baik di semua bidang, ini akan membawa manfaat yang sangat besar untuk kedua negara dan untuk kawasan kita semuanya.”
Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Australia, yang sarat dengan upaya memperkuat kemitraan strategis antara dua negara yang dipisahkan hanya oleh laut namun dipersatukan oleh kepentingan bersama di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam konteks diplomasi, dialog itu tampak sederhana. Tapi di balik keheningan ruang hotel di Sydney malam itu, ada percakapan yang mencerminkan arah baru hubungan Indonesia-Australia — bukan sekadar hubungan bilateral, melainkan kemitraan dua bangsa yang saling memahami tantangan zaman.
#PrabowoSubianto #PaulKeating #Australia #IndonesiaAustralia #Diplomasi #KunjunganKenegaraan #Geoekonomi #Geopolitik #Sydney #BeritaNasional






