PASAR INDUK JODOH BANGKIT DARI KEKUMUHAN: BATAM PAKAI JALUR KSP HINDARI BEBAN APBD!

Ekonomi, Fokus, Regional519 Dilihat

 

Batam—Aura perubahan serius menyelimuti kawasan Jodoh, salah satu simpul ekonomi tertua di Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak cepat mewujudkan pembangunan Pasar Induk Jodoh yang baru, namun dengan skema pendanaan yang cerdik: Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Daerah (BMD). Skema ini menjadi solusi win-win untuk mengakselerasi infrastruktur tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, memimpin rapat pemaparan Rencana Tender KSP BMD di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (11/11/2025), menandai dimulainya babak baru proyek ini.

MODEL KSP: BANGUN TANPA BEBAN, UNTUNG BERTAMBAH
Firmansyah menjelaskan, inti dari skema KSP ini adalah: pembangunan dan pengelolaan pasar akan sepenuhnya dilakukan oleh mitra swasta. Hal ini memungkinkan proyek berjalan tanpa menguras kas daerah, sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tanpa Beban APBD: Seluruh biaya pembangunan dan operasional ditanggung oleh pihak swasta.

Keuntungan Daerah: Pemko Batam akan memperoleh kontribusi tetap dan pembagian keuntungan tahunan dari pengelolaan pasar.

Aset Kembali: Meskipun dikelola swasta, hak kepemilikan tanah tidak dialihkan. Seluruh bangunan hasil kerja sama akan menjadi aset penuh Pemko Batam setelah jangka waktu KSP selama 30 tahun berakhir.

“Skema ini menjadi solusi efektif untuk mempercepat penyediaan infrastruktur publik tanpa membebani APBD, sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Firmansyah.

FOKUS BUKAN HANYA FISIK, TAPI ESTETIKA KOTA
Dalam arahannya, Sekda Firmansyah tak hanya menekankan aspek keuangan dan kepatuhan tender. Ia juga menyoroti dimensi tata ruang dan estetika kota. Pembangunan Pasar Induk Jodoh yang baru diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi persoalan kekumuhan kawasan Jodoh yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemko Batam.

Firmansyah meminta seluruh Panitia Pemilihan KSP BMD, yang melibatkan BPKAD, Inspektorat, dan Disperindag, untuk bekerja dengan profesionalisme tinggi, fokus, dan detail. “Jangan main-main. Bekerjalah secara optimal dan profesional agar hasilnya maksimal,” tegasnya.

Tender kerja sama ini, menurutnya, adalah wujud kepercayaan penuh pimpinan kota di era Amsakar–Li Claudia. Dengan niat baik dan semangat kolaborasi antara pemerintah dan swasta, diyakini pasar induk yang layak dan modern bagi masyarakat Batam dapat segera terwujud.

JADWAL DIMULAI: TENDER RESMI DIBUKA 12 NOVEMBER
Panitia Pemilihan KSP BMD memaparkan bahwa terdapat 13 tahapan dalam rencana tender ini. Tahap krusial akan dimulai segera setelah rapat. Pengumuman resmi pertama akan dirilis pada Rabu (12/11/2025), diikuti pengumuman kedua pada Kamis (13/11/2025), menandai dibukanya kesempatan bagi swasta untuk berpartisipasi dalam proyek strategis ini.

#PasarIndukJodoh #KSPBMD #PemkoBatam #TanpaAPBD #RevitalisasiPasar #Firmansyah #PendapatanAsliDaerah