PUBLIK NILAI EFISIENSI ANGGARAN ERA PRABOWO SUDAH TEPAT

Ekonomi, Fokus, Nasional426 Dilihat

 

Lembaga Indikator Politik Indonesia kembali merilis hasil Survei Nasional: Evaluasi Publik atas Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran pada Sabtu (8/11/2025). Salah satu temuan menarik dari survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas warga menilai kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto sudah berada di jalur yang tepat.

Sebanyak 56,7 persen responden menilai langkah efisiensi anggaran pemerintahan saat ini tepat karena berhasil memangkas banyak pemborosan dalam APBN, terutama pada pos yang dianggap tidak menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung — seperti perjalanan dinas, belanja ATK, dan biaya administratif.

Sementara itu, 61,7 persen responden menganggap kebijakan efisiensi ini mampu mengalihkan anggaran negara untuk kepentingan publik secara langsung, seperti subsidi pangan, bantuan sosial, serta program gizi dan kesehatan masyarakat.

Menanggapi hasil survei tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat langkah efisiensi sebagaimana arahan Presiden Prabowo.

“Efisiensi itu bukan sekadar memangkas, tapi memastikan setiap rupiah APBN dibelanjakan sesuai peruntukannya, tepat waktu, dan tidak dikorup,” ujar Purbaya kepada InfoPublik di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan terus melakukan pengawasan berlapis terhadap proses belanja negara, terutama pada sektor non-produktif. “Kami ingin setiap belanja negara terasa manfaatnya langsung di masyarakat, bukan berhenti di birokrasi,” tegasnya.

Survei Indikator dilakukan pada 20–27 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Populasi survei mencakup warga negara berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Wawancara dilakukan secara tatap muka oleh pewawancara terlatih. Proses quality control dilaksanakan secara acak terhadap 20 persen dari total sampel melalui kunjungan ulang (spot check), dan hasilnya tidak ditemukan kesalahan signifikan.

Hasil survei ini memperkuat citra bahwa program efisiensi fiskal menjadi salah satu langkah paling diapresiasi publik dalam satu tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran. Pengamat ekonomi menilai, jika kebijakan ini berlanjut secara konsisten, Indonesia berpeluang menjaga stabilitas fiskal tanpa mengorbankan agenda kesejahteraan rakyat.

#EfisiensiAPBN #PrabowoGibran #SurveiIndikator #EkonomiNasional #PurbayaYudhiSadewa