DMI KUTUK PEMBUNUHAN MUSAFIR DI MASJID SIBOLGA

Fokus, Hukum254 Dilihat

 

Suara kecaman menggema dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). Lembaga ini mengecam keras tragedi memilukan yang terjadi di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara—tempat suci yang seharusnya menjadi ruang teduh bagi umat, justru ternoda oleh darah seorang musafir yang tewas dikeroyok, Sabtu (1/11/2025).

“Tak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan kekerasan di rumah ibadah,” tegas pernyataan resmi DMI. Bagi mereka, peristiwa ini bukan sekadar tindakan kriminal, tetapi penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas yang dijaga umat Islam selama berabad-abad.

Masjid, kata DMI, adalah tempat perlindungan, bukan ajang pelampiasan amarah. Apa pun motifnya, penyerangan hingga menewaskan seorang pengembara di tempat ibadah adalah bentuk penyimpangan moral dan pelanggaran hukum yang harus ditindak keras.

DMI menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Para pelaku, siapa pun mereka, harus dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum dan publik. “Keadilan harus ditegakkan agar masjid tetap menjadi simbol kedamaian, bukan ketakutan,” lanjut pernyataan itu.

Peristiwa tragis ini mengguncang masyarakat Sibolga. Banyak warga terkejut dan geram. Di tengah upaya membangun harmoni antarumat, kejadian ini menjadi tamparan keras bagi kesadaran sosial.

DMI berharap tragedi ini menjadi pelajaran pahit bagi semua pihak. Bahwa masjid tidak hanya tempat bersujud, tapi juga ruang pembelajaran akhlak, kesabaran, dan kasih antarsesama.

 

#DewanMasjidIndonesia #MasjidSuci #KeadilanUntukMusafir #Sibolga #BeritaTerkini #BreakingNews