PRABOWO DISAMBUT MERIAH DI KOREA SELATAN

Fokus, Internasional234 Dilihat

 

Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti lobi hotel di Kota Gyeongju, Republik Korea, Kamis (30/10/2025). Di sanalah Presiden Prabowo Subianto menginap selama menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025, dan di sanalah pula puluhan diaspora Indonesia berkumpul, menunggu momen langka: bertemu langsung dengan Kepala Negara.

Begitu Presiden tiba, sorak tepuk tangan dan teriakan “Hidup Indonesia!” menggema di ruangan. Beberapa WNI tak bisa menyembunyikan rasa haru. Mereka datang dari berbagai penjuru Korea Selatan — dari pekerja migran hingga profesional muda — sekadar ingin menyampaikan salam dan doa untuk tanah air.

Di antara mereka, tampak sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang sudah lebih dulu tiba di Gyeongju: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, ikut menyambut Presiden di lobi hotel yang sesak oleh antusiasme diaspora.

“MOMEN YANG MEMBANGGAKAN”

Bagi Wilson Purba, editor dan social media specialist di lembaga penyiaran KBS, kehadiran Presiden Prabowo di Republik Korea bukan sekadar agenda diplomatik, tapi simbol kehadiran Indonesia di forum global.

“Jujur, saya bangga sekali. Ini kan forum besar dunia—APEC tempat para pemimpin negara bertemu. Semoga kehadiran Pak Prabowo membuka pintu kerja sama baru, baik di level bilateral maupun pasar internasional,” kata Wilson bersemangat.

Wilson yang baru enam bulan bekerja di Seoul juga menilai Gyeongju menjadi contoh bagaimana Korea Selatan mampu menggerakkan masyarakat untuk mendukung agenda internasional. Ia menitipkan pesan sederhana: “Semoga Pak Prabowo membawa Indonesia makin maju dan rakyat makin sejahtera.”

HARU DIASPORA DI PERANTAUAN

Kesan serupa datang dari Muhammad Edi Suswanto, pengusaha bakso asal Tegal yang sudah tujuh tahun menetap di Korea. Begitu mendengar kabar Presiden akan datang ke Gyeongju, ia langsung menempuh perjalanan beberapa jam demi bisa menyambutnya.

“Saya benar-benar speechless waktu dengar kabar itu. Rasanya bangga dan terharu,” ujar Edi dengan mata berbinar.

Sebagai perwakilan komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI), Edi mengaku semakin optimistis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilainya kini lebih berpihak kepada pekerja di luar negeri. Ia berpesan kepada sesama WNI agar tak lupa asal-usul dan tetap percaya diri di negeri orang.

“Jangan menyerah, tetap kerja keras, dan banggalah jadi orang Indonesia di mana pun kita berada,” ujarnya.

PRAJURIT TANAH AIR TURUT MENYAMBUT

Tiga perwira TNI yang tengah menempuh pendidikan militer di Korea Selatan juga hadir memberi penghormatan kepada Presiden: Kolonel Penerbang Safeano Cahyo Wibowo, Kolonel Infanteri Freddino Janen Silalahi, dan Mayor Laut (P) Rachmat Fetaro Hia.

“Kami merasa terhormat dan bangga bisa bertatap muka langsung dengan Bapak Presiden,” ujar Kolonel Safeano. “Semoga kerja sama pertahanan dan pendidikan militer antara Indonesia dan Korea terus diperkuat.”

SIMBOL KEDERASAN NASIONALISME

Kehadiran Presiden Prabowo di tengah diaspora Indonesia di Korea Selatan tak sekadar memenuhi agenda diplomasi APEC. Ia menjadi momen yang menghidupkan kembali semangat nasionalisme di rantau, mempererat ikatan antara pemerintah dan warganya di luar negeri.

Bagi para diaspora, pertemuan singkat itu lebih dari sekadar seremoni — itu adalah pengingat bahwa jarak ribuan kilometer tak pernah memutus rasa cinta pada tanah air.

#️⃣ #PrabowoSubianto #KTTAPEC2025 #Gyeongju #KoreaSelatan #DiasporaIndonesia #PMI #HubunganBilateral #KabinetMerahPutih #BeritaNegara