Setahun terakhir, arah kebijakan pangan nasional di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan hasil nyata di lapangan. Hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada 10 Oktober 2025 mencatat 77 persen publik menilai kebijakan kenaikan harga gabah berhasil meningkatkan kesejahteraan petani.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Melalui regulasi ini, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram dengan target pengadaan 3 juta ton beras dalam negeri untuk memperkuat cadangan nasional dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Fokus kami bukan hanya stok beras, tetapi bagaimana petani bisa hidup lebih sejahtera. Produksi dalam negeri harus naik, harga gabah tetap stabil, dan masyarakat mendapat beras berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kamis (16/10/2025).
Hasil kerja itu juga terlihat dari lonjakan Nilai Tukar Petani (NTP) yang dirilis BPS pada September 2025, mencapai 124,36, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Angka di atas 100 menunjukkan pendapatan petani lebih besar dari biaya produksinya — sebuah indikator kuat bahwa kesejahteraan petani membaik signifikan.
Amran menyebut capaian tersebut adalah hasil sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan para petani. “Kemandirian pangan bukan sekadar slogan, tapi gerakan nyata. Kita ingin petani menjadi pilar utama Indonesia menuju lumbung pangan dunia,” ujarnya.
Survei Litbang Kompas juga menunjukkan 83 persen publik menilai beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) terjangkau dan berkualitas, serta 61,5 persen masyarakat puas terhadap kebijakan ketahanan pangan nasional secara keseluruhan. Angka itu menjadi bukti kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pangan pemerintah.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, turut memberi apresiasi atas capaian ini. Ia menilai langkah-langkah pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pertanian sudah berada di jalur yang tepat.
“Masyarakat, terutama petani, mulai merasakan hasilnya. Kebijakan menaikkan harga gabah dan menjaga pasokan beras adalah bentuk keberpihakan nyata kepada petani,” kata Yohan, Rabu (15/10/2025).
Yohan mendorong agar Kementan terus melanjutkan kebijakan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada petani. “Fokus utamanya tetap tiga hal: meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan menjamin ketersediaan beras terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Capaian ini mempertegas bahwa kebijakan pangan nasional tak lagi sekadar menjaga stok beras, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi jutaan petani yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan negeri.
#Kementan #AndiAmranSulaiman #KebijakanPangan #HargaGabah #PetaniSejahtera #BerasNasional #KetahananPangan #BPS #LitbangKompas #PrabowoSubianto #EkonomiRakyat







