BENARKAH MINUM SAMBIL BERDIRI BIKIN RUSAK GINJAL? INI FAKTANYA MENURUT DOKTER

 

Di tengah derasnya arus hoaks kesehatan di media sosial, muncul lagi klaim lama: “Jangan minum sambil berdiri, nanti ginjalmu rusak!” Klaim ini viral, dibagikan ribuan kali, dan membuat banyak orang mendadak takut meneguk air putih saat berdiri. Tapi, benarkah segelas air bisa jadi racun hanya karena posisi tubuhmu?

Media sosial akhir-akhir ini ramai memperbincangkan isu yang cukup unik: minum air sambil berdiri disebut bisa merusak ginjal. Beberapa unggahan bahkan menegaskan bahwa kebiasaan tersebut membuat ginjal bekerja lebih keras karena air tidak tersaring sempurna oleh lambung.

Namun, menurut dr. Tunggul Situmorang, dokter spesialis penyakit dalam, klaim itu tak lebih dari kabar bohong. “Itu tidak benar. Hoaks. Enggak ada hubungannya antara posisi minum dan kerja ginjal,” ujarnya, dikutip dari Detik, Senin (6/10/2025).

Tunggul menjelaskan, sistem pencernaan manusia tidak sesederhana yang digambarkan di media sosial. Baik duduk maupun berdiri, air tetap melewati jalur yang sama sebelum diserap tubuh. Ginjal pun akan bekerja sesuai fungsinya tanpa terpengaruh oleh posisi tubuh seseorang saat minum.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa minum sambil berdiri memang tidak sepenuhnya disarankan. Alasannya bukan karena ginjal, melainkan potensi asfiksia — kondisi ketika air atau makanan masuk ke saluran napas dan menghalangi oksigen menuju paru-paru.

“Asfiksia itu yang ditakutkan, bukan gangguan ginjalnya,” jelas Tunggul.

Menurut situs kesehatan WebMD, asfiksia terjadi ketika tubuh kekurangan oksigen. Dalam kondisi ekstrem, seseorang bisa pingsan, bahkan terancam nyawanya. Biasanya, hal ini disebabkan oleh tersedak, yakni ketika makanan atau cairan masuk ke saluran pernapasan.

Jika seseorang minum sambil berdiri dan dalam keadaan tergesa-gesa, risiko tersedak meningkat. Tubuh mungkin tidak siap menelan, dan air bisa salah arah — bukan ke lambung, melainkan ke paru-paru.

Secara alami, tubuh manusia memang memiliki refleks untuk melindungi saluran napas dari cairan. Namun, refleks ini bisa terganggu jika posisi tubuh tidak ideal atau jika seseorang menelan terlalu cepat.

Jadi, meski minum sambil berdiri tidak merusak ginjal, kebiasaan itu tetap sebaiknya dihindari. Duduklah sejenak, biarkan tubuh rileks, dan nikmati air perlahan. Cara sederhana ini bukan hanya mencegah risiko tersedak, tetapi juga membantu proses pencernaan berjalan lebih baik.

Di era banjir informasi seperti sekarang, verifikasi fakta medis menjadi penting. Tak semua yang viral di media sosial mengandung kebenaran ilmiah. “Saring sebelum sharing” bukan hanya slogan, tapi kebutuhan agar kesehatan tidak dikorbankan oleh kabar yang menyesatkan.

Satu hal yang pasti: ginjalmu tidak akan rusak hanya karena kamu minum sambil berdiri. Tapi, kalau bisa duduk, kenapa harus berdiri?

#HoaksKesehatan #FaktaMedis #MinumAirPutih #KesehatanGinjal #CekFakta #KesehatanHarian