Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan tambahan bahan bakar minyak (BBM) impor untuk kebutuhan dalam negeri segera tersedia. Kargo kedua BBM murni (base fuel) Pertamina dijadwalkan tiba di pelabuhan Kamis (2/10/2025).
“Insya Allah besok sudah tiba di pelabuhan, jadi ada dua kargo yang siap diserap SPBU swasta,” kata Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman, Rabu (1/10/2025).
Menurut Laode, pemerintah terus memfasilitasi pertemuan antara Pertamina dan badan usaha swasta pemilik SPBU agar stok BBM bisa terdistribusi lancar. “Sejak Agustus hingga September sudah beberapa kali kita duduk bersama, untuk memastikan kekurangan pasokan hingga Desember bisa diatasi bersama,” ujarnya.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan, impor BBM tambahan ini bukan untuk mencari keuntungan. “Pertamina mendapat mandat menjaga ketahanan energi. Kami tidak memanfaatkan situasi ini,” katanya.
Sejumlah pemilik SPBU swasta—antara lain Shell, Vivo, BP, dan Exxon Mobil—sepakat menyalurkan BBM tambahan yang diimpor melalui Pertamina. Tambahan impor ini di luar kuota tahunan yang diberikan pemerintah. Tahun 2025, kuota SPBU swasta sendiri naik 10 persen dibanding tahun lalu.






