JUSUF KALLA KUNJUNGI DAN GANDENG MUHAMMADIYAH AUSTRALIA COLLEGE

Fokus, Internasional110 Dilihat

 

Muhammadiyah Australia College (MAC) di Melbourne kembali jadi sorotan. Bukan hanya karena statusnya sebagai sekolah Indonesia satu-satunya di Australia, melainkan juga karena kedatangan tamu istimewa: mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersama sejumlah tokoh nasional, beberapa waktu lalu.

Rombongan JK tidak datang sendiri. Ikut mendampingi, mantan Menteri Hukum dan HAM sekaligus akademisi, Prof. Hamid Awaluddin, serta pendakwah Ustaz Das’ad Latif. Mereka disambut hangat oleh Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, Ustaz Hamim Jufri, bersama jajaran pengelola sekolah.

Kunjungan itu menjadi penegasan bahwa MAC bukan sekadar sekolah komunitas. Ia menjelma simbol pengakuan atas peran Muhammadiyah dalam kancah pendidikan global.

Sejak diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada 2021, MAC diproyeksikan sebagai lebih dari sekadar ruang belajar. Ia diposisikan sebagai pusat nilai: menyiarkan Islam yang damai, rasional, dan berkemajuan. Haedar ketika itu menekankan, kehadiran sekolah Muhammadiyah di jantung kota Melbourne adalah bagian dari strategi menjawab isu global, dari islamofobia hingga tantangan multikulturalisme.

Dukungan pun datang dari otoritas lokal. Pemerintah Negara Bagian Victoria rutin menyalurkan dana hingga AUD 35 juta pada 2025, plus tambahan untuk pengembangan infrastruktur. Angka yang tidak kecil, dan menjadi bukti eratnya sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah Australia.

Bagi komunitas diaspora Indonesia, MAC punya makna ganda: menjaga identitas kebangsaan sekaligus keislaman anak-anak mereka di rantau. Bagi Australia, sekolah ini adalah kontribusi nyata Muslim Indonesia dalam memperkaya mozaik multikultural negeri Kanguru. Dan bagi Muhammadiyah sendiri, MAC merupakan simbol internasionalisasi pendidikan, bahkan instrumen diplomasi budaya yang ikut menguatkan citra Indonesia sebagai bangsa toleran dan modern.

Tidak berhenti di Melbourne, Muhammadiyah menyiapkan langkah baru: membuka sekolah serupa di Sydney, negara bagian New South Wales. Ekspansi ini menjadi tanda keseriusan Muhammadiyah memperluas pengaruh pendidikan ke ranah global sekaligus memperkuat jaringan diaspora.

Kunjungan Jusuf Kalla menambah bobot legitimasi sekolah ini. MAC kini bukan hanya kebanggaan Muhammadiyah, tetapi juga aset bangsa yang ikut membawa harum nama Indonesia di mata dunia.