PRABOWO DI PBB: INDONESIA SIAP KIRIM PASUKAN UNTUK PALESTINA

Fokus, Internasional227 Dilihat

Presiden Prabowo Subianto menjadikan mimbar Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai panggung diplomasi tegas. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Internasional Penyelesaian Damai Palestina di Gedung Majelis Umum PBB, Senin (22/9), ia menyerukan dunia untuk menghentikan tragedi Gaza sekaligus menegaskan dukungan penuh Indonesia pada solusi dua negara.

“Ribuan nyawa tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil,” ujar Prabowo, disambut keheningan peserta sidang.

Presiden menekankan, tanggung jawab dunia internasional bukan hanya soal masa depan Palestina, tetapi juga menyangkut Israel dan kredibilitas PBB itu sendiri. Solusi dua negara, katanya, adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi.

Indonesia, lanjut Prabowo, siap mengakui Israel setelah Palestina meraih pengakuan penuh sebagai negara merdeka. “Setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung Deklarasi New York sebagai jalur damai yang adil dan mengapresiasi langkah sejumlah negara besar—Prancis, Kanada, Australia, Inggris, hingga Portugal—yang sudah mengakui Palestina. “Pengakuan Negara Palestina adalah langkah tepat di sisi sejarah yang benar. Bagi yang belum bertindak, sejarah tidak berhenti,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan perang di Gaza harus dihentikan segera. Indonesia, ucapnya, siap berkontribusi nyata, bahkan mengirim pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB. “Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan. Indonesia siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini,” ujarnya.

Pidato ini menjadi salah satu agenda penting Prabowo di New York. Sehari setelahnya, ia dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, Selasa (23/9), pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB.