INDONESIA GAET 380 TRILIUN DARI OSAKA

Ekonomi, Fokus, Nasional305 Dilihat

Dalam perjalanan menuju New York untuk berpidato di Sidang Umum ke-80 PBB, Presiden Prabowo Subianto lebih dulu berhenti di Osaka, Jepang, Sabtu (20/9/2025). Namun singgahnya tak sebatas transit. Di Expo 2025, Prabowo menegaskan ambisi besar: Indonesia ingin tampil sebagai kekuatan global yang membawa solusi bagi dunia.

Expo 2025 Osaka menghadirkan 158 negara. Indonesia menampilkan paviliun bertajuk “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”, berlandaskan filosofi Bali Tri Hita Karana—harmoni manusia, alam, dan Tuhan. Paviliun ini sudah dikunjungi 2,8 juta orang sejak April, menjadikannya salah satu favorit publik internasional.

Prabowo yang tiba di Bandara Kansai disambut hangat. Tarian tradisional dan lantunan Batavia Madrigal Singers mengiringinya saat berkeliling paviliun. Ia meninjau atraksi Journey Indonesia’s Wisdom & Arts (JIWA), pertunjukan digital yang memadukan musik dan tarian Nusantara.

Di balik nuansa budaya, ada capaian konkret. Indonesia sukses mengunci komitmen investasi senilai USD23,8 miliar atau sekitar Rp380 triliun. Kesepakatan itu lahir dari 64 forum bisnis dan pertemuan bilateral, mencakup industri hijau, ekonomi kreatif, perdagangan, hingga pariwisata. Total 10 MoU, 9 LoI, satu joint venture, dan 11 paket kerja sama pariwisata berhasil diteken.

“Indonesia bukan hanya memperkenalkan budaya, tetapi membawa gagasan dan solusi bagi dunia,” demikian pernyataan resmi yang dirilis usai kunjungan.

Usai dari Osaka, Prabowo langsung bertolak ke New York. Di panggung PBB, ia dijadwalkan berbicara pada urutan ketiga setelah Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Jadwalnya padat: pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin dunia, lalu melanjutkan lawatan ke Kanada (24 September) dan Belanda (26 September).

Dari paviliun budaya hingga forum strategis dunia, pesan yang hendak ditegaskan sama: Indonesia siap berada di garda depan, menggabungkan harmoni tradisi, kekuatan ekonomi, dan suara politik global.