27 JENDERAL POLRI NAIK PANGKAT: DUA RESMI SANDANG BINTANG TIGA

Fokus, Hukum114 Dilihat

Ruang Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/9), mendadak penuh sorak syukur dan wajah-wajah sumringah. Sebanyak 27 perwira tinggi (Pati) Polri resmi naik pangkat dalam upacara Korps Rapor yang berlangsung khidmat, dihadiri pejabat utama Polri serta keluarga para jenderal yang mendapat anugerah bintang baru di pundak mereka.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar seremoni simbolik. “Ini bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian, sekaligus amanah yang memperbesar tanggung jawab. Dengan pangkat baru, kami berharap kontribusi mereka bagi institusi, bangsa, dan negara semakin nyata,” katanya.

Dua nama mencuri perhatian. Komjen Pol Karyoto, Kabaharkam Polri, dan Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kepala BNN, kini resmi menyandang pangkat bintang tiga. Mereka bergabung dalam jajaran elite kepolisian yang strategis, dengan beban tugas makin berat di tengah kompleksitas keamanan nasional.

Selain itu, tujuh perwira mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen). Deretan nama itu mencakup Kapolda Kalimantan Utara, Kapolda Banten, Kapolda Aceh, serta pejabat kunci di Divhubinter dan Lemdiklat Polri.

Sisanya, 18 perwira naik menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen). Mereka tersebar di berbagai posisi: Wakapolda, pejabat utama Mabes Polri, Kapusjarah, dosen di lembaga pendidikan kepolisian, hingga perwira yang bertugas di BNPT dan BIN.

Kenaikan pangkat ini, bagi Polri, bukan hanya soal karier individu, melainkan juga simbol regenerasi dan penguatan institusi. Di tengah dinamika sosial-politik yang kian kompleks, publik menunggu bukti: apakah bintang baru di pundak para jenderal juga berarti terang baru dalam kinerja kepolisian.