KEMENKES GELAR SIMULASI NASIONAL KESIAPSIAGAAN MEGATHRUST DI SUMBAR

Fokus, Regional247 Dilihat

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Krisis Kesehatan menyelenggarakan Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Menghadapi Megathrust di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Sumatra Barat, pada 31 Agustus–3 September 2025.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam keterangan resmi, Kamis (4/9/2025), menyatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, fasilitas layanan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi bencana besar.

“Simulasi ini merupakan langkah antisipasi, bukan untuk menimbulkan kekhawatiran. Sumatra Barat memiliki sejarah panjang menghadapi gempa bumi dan tsunami. Yang paling penting dalam kondisi krisis adalah kecepatan serta koordinasi lintas sektor,” ujar Kunta.

Menurutnya, kehadiran berbagai pihak dalam simulasi menunjukkan komitmen membangun sistem kesehatan yang tangguh dan responsif. “Momentum ini tidak hanya penting bagi Sumatra Barat, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy menegaskan kesiapsiagaan merupakan investasi keselamatan masyarakat. “Kita tidak bisa menghindari gempa, tetapi kita bisa memperkuat persiapan agar dampaknya minimal. Apa yang kita lakukan hari ini bisa menentukan keselamatan ribuan bahkan jutaan jiwa di masa mendatang,” ujarnya.

Kemenkes menyiapkan empat strategi utama untuk memperkuat respons kesehatan, yakni Tenaga Cadangan Kesehatan, Emergency Medical Team (EMT), Health Emergency Operation Center (HEOC), serta Public Safety Center (PSC) 119.

Latihan cluster kesehatan difokuskan pada koordinasi, ketersediaan logistik medis, sistem rujukan, dan jejaring lintas sektor. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaluddin menjelaskan rangkaian kegiatan meliputi pelatihan teknis hingga field training exercise (FTX).

Sebanyak 657 peserta terlibat dalam simulasi ini, terdiri atas unsur kesehatan maupun lintas sektor, antara lain BNPB, Basarnas, TNI, Polri, PMI, PLN, PDAM, serta organisasi masyarakat.