KRISIS TENAGA MEDIS DI GORONTALO MEMBURUK, DPR DESAK PEMERINTAH PUSAT TURUN TANGAN

Fokus, Kesehatan, Regional278 Dilihat

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari mengkritik lambannya respons pemerintah pusat dalam menangani kekurangan tenaga medis dan keterbatasan fasilitas rumah sakit rujukan di Gorontalo. Ia menegaskan persoalan ini menyangkut hak dasar warga untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak, sehingga tidak boleh berlarut-larut.

“Rumah sakit rujukan di Gorontalo memerlukan peralatan lengkap agar bisa memberikan pelayanan optimal. Ini harus menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Tanpa itu, layanan kesehatan akan tertinggal jauh,” ujar Putih Sari saat kunjungan kerja di Gorontalo, Selasa (11/8/2025).

Dalam pertemuan dengan Gubernur Gorontalo, terungkap bahwa pemerintah daerah telah berupaya memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan. Namun jumlah sumber daya manusia, terutama di Puskesmas, masih jauh dari cukup. Kondisi ini menghambat jalannya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang semestinya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Putih Sari menilai kekurangan tenaga medis tidak akan teratasi tanpa keterlibatan aktif pemerintah pusat, terutama terkait penugasan dokter umum dan spesialis. “Tanggung jawab ini tidak bisa dibebankan pada daerah semata,” tegasnya.

Ia mendesak percepatan program pendidikan kedokteran dan spesialis bagi putra-putri Gorontalo sebagai langkah jangka panjang mengatasi krisis. Komisi IX, lanjutnya, akan mengawal pembahasan program dan anggaran kementerian terkait, memastikan kebijakan pusat benar-benar direalisasikan dan tidak berhenti sebagai slogan.