Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mendorong para lanjut usia (lansia) untuk tetap produktif melalui program pelatihan pembuatan telur asin yang digelar Selasa (5/8/2025). Program ini merupakan bagian dari Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) Lantip yang bertujuan menciptakan peluang penghasilan tambahan sekaligus menjaga semangat hidup warga lansia.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di halaman kantor Sekretariat LLT Lantip, melibatkan 16 anggota kelompok C lansia di bawah arahan Yuni Ekowati selaku ketua kelas. Meski berusia lanjut, para peserta dengan telaten melakukan tahapan pembuatan telur asin mulai dari pemilihan telur bebek segar, pencucian, pembalutan menggunakan adonan garam dan tanah liat, hingga penyimpanan selama dua minggu sebelum dipasarkan.
Manager Operasional LLT Lantip, Sayekti Rahayu, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan kemandirian dan kesehatan lansia. “Kami tidak ingin para lansia hanya duduk diam. Mereka masih bisa produktif, berbagi ilmu, dan memberi nilai ekonomi,” tegasnya.
Pemilihan telur asin sebagai produk unggulan dinilai tepat karena proses produksinya relatif ringan namun hasilnya memiliki nilai jual yang stabil di pasaran. Menurut Sayekti, kegiatan ini mampu mencegah rasa kesepian dan kejenuhan yang sering menghantui lansia, sekaligus memperkuat peran sosial mereka di masyarakat.
Usaha ini, meski berskala kecil, telah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Pendapatan dari penjualan telur asin digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, mendukung kegiatan komunitas, hingga menjadi tabungan sosial kelompok. Pemerintah kalurahan menyatakan akan terus memantau dan mendorong keberlanjutan kegiatan ini agar dapat menjangkau lebih banyak lansia.
Selain manfaat ekonomi, aktivitas ini juga menyehatkan secara fisik dan mental. Gerakan tubuh dalam proses produksi—dari mencuci hingga pengemasan—membantu menjaga kebugaran, sementara interaksi sosial antaranggota komunitas mengurangi risiko depresi dan isolasi sosial.
Pelatihan ini juga menjadi sarana pelestarian kearifan lokal. Teknik pembuatan telur asin yang diwariskan secara turun-temurun kini ditularkan kembali oleh para lansia kepada generasi muda. Nilai budaya dan semangat gotong royong pun tumbuh subur di tengah kegiatan yang bernilai ekonomi ini.
Dijalankan sejak Juni 2024, program ini menegaskan bahwa usia bukanlah halangan untuk berkarya. Pemerintah Kalurahan Banyuraden berharap upaya ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang ramah lansia.






