BOCAH VIRAL DIKHA SIAP GUNCANG PACU JALUR NASIONAL

Fokus, Nasional166 Dilihat

Rayyan Arkan Dikha, siswa kelas V SD berusia 11 tahun yang viral lewat aksi joget “Aura Farming” di haluan perahu, dipastikan tampil dalam ajang Pacu Jalur Nasional 2025. Bocah asal Desa Pintu Gobang Kari, Kuantan Singingi itu akan bergabung dengan jalur Tuah Kogji Dubalang Rajo, mewakili kampung halamannya di panggung budaya terbesar Riau.

Ketua Umum Panitia Pacu Jalur 2025, Werry Ramadhana Putera, mengonfirmasi hal ini pada Kamis (10/7/2025). Ia mengatakan, sejak video Dikha viral, dampak promosi terhadap ajang Pacu Jalur meningkat signifikan, bahkan mendatangkan minat dari sponsor hingga kementerian.

“Sejak video Dikha viral, kami sangat terbantu dari sisi promosi. Bahkan beberapa sponsor mulai melirik Pacu Jalur karena sosoknya,” ujar Werry yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum DPH LAMR Kuansing dan alumnus Universitas Indonesia.

Werry menyebut kehadiran Dikha telah menarik perhatian Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta sejumlah stasiun televisi nasional. Mereka meminta panitia menghadirkan Dikha dalam berbagai agenda budaya sebagai simbol ekspresi murni tradisi anak negeri.

Pacu Jalur 2025 dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Agustus 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Tahun ini, lebih dari 240 jalur dari berbagai daerah akan berlaga dalam perlombaan perahu tradisional yang digelar saban Agustus untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Selain menjadi panggung kebudayaan Melayu Riau, Pacu Jalur kini menjadi ajang wisata berskala nasional dengan potensi kedatangan wisatawan asing. Panitia menyatakan telah menjalin komunikasi dengan Kemenparekraf, Kemendikbudristek, dan Kemenlu untuk menyambut kunjungan delegasi mancanegara.

Tuah Kogji Dubalang Rajo, jalur yang akan diperkuat Dikha, siap membawa semangat baru ke arena pacu. Dari tepuk tangan penonton lokal hingga layar media nasional, langkah Dikha menjadi simbol kebangkitan tradisi dan kekuatan budaya dari generasi muda.

Panitia juga menjanjikan hadiah uang tunai hingga Rp150 juta bagi para pemenang, serta menggagas kembalinya hadiah tradisional berupa hewan ternak sebagai bentuk revitalisasi nilai-nilai budaya asli. Selama lima hari penyelenggaraan, Pacu Jalur 2025 diprediksi menciptakan perputaran uang lebih dari Rp75 miliar.

Dengan Dikha di barisan depan, tradisi tua ini menemukan wajah barunya—bocah kecil dengan aura besar yang siap mengguncang Tepian Narosa dan memikat mata dunia.