LANGKAH POSITIF, INDONESIA RESMI GABUNG KE BRICS

Fokus, Internasional1030 Dilihat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7). Momen ini menandai tonggak bersejarah: Indonesia untuk pertama kalinya bergabung sebagai anggota penuh dalam blok ekonomi BRICS.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan langkah ini merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo pada tahun pertamanya menjabat. Ia menegaskan bahwa proses keanggotaan Indonesia berlangsung cepat dan mendapatkan dukungan dari seluruh anggota BRICS. Kini, Indonesia menjadi negara ke-11 dalam kelompok tersebut.

BRICS kini beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, Iran, dan Indonesia. Kelompok ini mewakili sekitar 50 persen populasi dunia dan mencakup lebih dari sepertiga total Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Partisipasi Indonesia dalam BRICS dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi geopolitik dan geoekonomi Indonesia di tingkat global. Presiden Prabowo, menurut Teddy, menilai keanggotaan ini penting untuk memperluas ruang diplomasi dan memperdalam kerja sama multilateral.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo kembali menekankan komitmen Indonesia terhadap kerja sama internasional yang inklusif dan berimbang. Prinsip politik luar negeri yang dipegang teguh oleh Presiden, lanjut Teddy, tetap menjadi dasar dalam membangun hubungan luar negeri, yakni memperbanyak sahabat dan meminimalkan permusuhan.

“Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Prinsip itu menjadi dasar arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo dan kini terwujud dalam bentuk partisipasi aktif Indonesia di BRICS,” ujar Teddy.

Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS dinilai membuka peluang baru dalam sektor perdagangan, investasi, pembangunan teknologi, serta penguatan posisi tawar dalam tata ekonomi global yang kian multipolar.