Sebuah video yang tersebar di Facebook menghebohkan warganet karena diklaim memperlihatkan seorang siswa kelas 2 SD di Jawa Timur menjadi mangsa ular piton raksasa. Narasi dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa kejadian nahas itu terjadi baru-baru ini dan menyulut kepanikan publik, khususnya para orang tua murid.
Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta, klaim tersebut terbukti tidak benar. Video tersebut merupakan rekaman lama yang telah disalahgunakan untuk membangun narasi palsu. Hasil pelacakan dengan Google Lens menunjukkan bahwa tangkapan gambar dalam video itu identik dengan foto dalam artikel Kompas.com yang tayang pada 3 Mei 2019. Judul artikel tersebut adalah “Seorang Anak Nyaris Tewas Digigit dan Dililit Ular Piton Sepanjang 7 Meter”.
Peristiwa asli terjadi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dan bukan di Jawa Timur. Dalam kejadian tersebut, seorang anak berusia 7 tahun mengalami luka serius setelah digigit dan dililit ular piton sepanjang tujuh meter, namun berhasil diselamatkan warga dan tidak sampai meninggal dunia.
Penyebaran informasi palsu seperti ini termasuk dalam kategori hoaks yang meresahkan. Publik diimbau untuk tidak langsung mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berasal dari media sosial. Verifikasi dengan sumber resmi dan kredibel menjadi langkah penting untuk mencegah kepanikan dan disinformasi.






