SANKEN INDONESIA TUTUP, 400 BURUH TERANCAM PHK

Ekonomi, Fokus, Nasional1242 Dilihat

Kurang lebih 400 buruh PT Sanken Indonesia dipastikan terkena PHK pada Juni 2025 akibat penutupan perusahaan yang menghentikan operasinya di Indonesia dan kembali beroperasi di Jepang.

Perusahaan elektronik asal Jepang yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100 Cibitung, Bekasi, sebelumnya telah melakukan PHK terhadap 500 buruh setahun yang lalu. Sanken, yang sebelumnya memproduksi semikonduktor, beralih ke power supply dengan mayoritas ekspor ke Jepang.

“Dengan demikian, ditutupnya pabrik Sanken di Indonesia telah mengakibatkan 900 buruh kehilangan pekerjaan. Outputnya adalah meningkatnya angka pengangguran,” ujar Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/2/2025) malam.

Menurut Said, 400 buruh PT Sanken Indonesia yang merupakan anggota KSPI masih bekerja hingga Juni 2025. Pihak manajemen telah memberi tahu karyawan sejak satu tahun lalu mengenai rencana penutupan ini.

“Serikat pekerja FSPMI-KSPI PT Sanken Indonesia masih berunding dengan manajemen perusahaan terkait besaran pesangon dan hak-hak lainnya. PT Sanken Indonesia telah menyetujui pesangon sebesar 2,6 kali peraturan undang-undang atau 1,6 kali di atas standar,” jelasnya.

Namun, Said menegaskan bahwa serikat pekerja masih menegosiasikan kenaikan pesangon menjadi lebih dari 3 kali peraturan undang-undang, mengingat rata-rata usia pekerja yang akan sulit mencari pekerjaan baru pasca-PHK, sementara perusahaan telah mendapatkan keuntungan besar selama beroperasi di Indonesia.

“Perundingan antara serikat pekerja FSPMI-KSPI dan manajemen perusahaan masih terus berlangsung. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melibatkan pihak ketiga, termasuk pemerintah, dalam perundingan ini,” tambah Said.

KSPI menilai bahwa PHK hampir 1.000 buruh PT Sanken Indonesia ini menjadi alarm darurat bagi ancaman PHK massal di sektor elektronik elektrik. Sebelumnya, ratusan ribu buruh di sektor tekstil, garmen, dan sepatu telah mengalami PHK sepanjang tahun 2024.

Said juga mengingatkan bahwa di akhir Desember 2024 atau awal Januari 2025, PT Yamaha Music Indonesia telah melakukan PHK terhadap 400 buruh di Jakarta, dengan total 1.100 buruh yang kehilangan pekerjaan di awal 2025. PHK massal di dua perusahaan Jepang ini terjadi karena relokasi produksi ke Jepang dan sebagian ke Tiongkok.

Oleh karena itu, Partai Buruh dan KSPI mendesak pemerintah untuk mengambil langkah antisipasi terhadap ancaman PHK puluhan ribu buruh di sektor elektronik elektrik. Mereka juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor berlebihan serta liberalisasi di sektor industri tekstil, garmen, dan elektronik elektrik yang dapat mematikan industri nasional dan memperparah PHK massal.

SUMBER : RRI