Ditlantas Polda Jawa Tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas one way (satu arah) untuk menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Selain itu, sejumlah jalur rawan kemacetan di jalur pantura dan tol telah disisir untuk memastikan kesiapan infrastruktur.
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Sonny Irawan, menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas sesuai instruksi Korlantas telah siap. “Jalan tol dan pantura sudah dicek dan dinyatakan siap menghadapi arus mudik Nataru,” ujarnya, Minggu (8/12/24).
Fokus Jalur Rawan Kemacetan
Polisi memantau jalur lingkar utara Brebes-Tegal Kota, jalur wisata Guci Tegal-Slawi, Flyover Klonengan, Underpass Prupuk, serta jalur perbatasan Brebes-Tegal. Jalur Ajibarang-Purwokerto-Sukaraja hingga Banyumas-Pemalang juga mendapat perhatian khusus.
Untuk jalur tol, survei mencakup ruas Pejagan-Kalikangkung hingga Solo-Yogyakarta. Rekayasa akan diterapkan pada puncak arus mudik, diperkirakan 21-22 Desember 2024.
Optimalisasi di Jalur Tol
Polda Jateng menambah gerbang tol di Kalikangkung dan Banyumanik serta menyediakan kendaraan derek setiap 15 km untuk mengatasi kendaraan mogok. Fasilitas rest area akan diperkuat, termasuk tambahan Pertashop dan mobil keliling Pertamina.
Pergerakan Masyarakat dan Moda Transportasi
Pakar transportasi Djoko Setijowarno menyebut potensi pergerakan masyarakat selama Nataru mencapai 110,67 juta orang. Pulau Jawa menjadi tujuan utama, dengan Jawa Tengah (17,10%) dan Yogyakarta (15,77%) sebagai daerah favorit.
Moda transportasi yang dominan digunakan adalah mobil (36,07%), sepeda motor (17,71%), dan kereta api (15,05%). Keberhasilan penyelenggaraan Nataru akan menjadi modal penting untuk persiapan arus mudik Lebaran 2025.






