Jakarta – Kapal survei seismik SW Bly bersiap memetakan potensi minyak dan gas bumi (migas) di perairan utara Bali. Survei itu mencakup tiga wilayah kerja (WK), yaitu WK Agung I, WK Agung II, dan WK Barong. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan kabar tersebut dan berharap hasilnya baik agar bisa berlanjut ke pengeboran.
Survei dijalankan dua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), bp dan INPEX, dengan porsi kepemilikan hak partisipasi masing-masing 50 persen. Bp bertindak sebagai operator. Komposisi itu terbentuk setelah Menteri ESDM menyetujui pengalihan sebagian hak partisipasi di WK Agung I dan Agung II dari bp kepada INPEX pada 7 September 2026.
Djoko menyampaikan jadwalnya setelah menghadiri FOREK Hulu Migas 2026 pada Kamis (29/10/2026). Menurutnya, bp dan INPEX akan memulai survei seismik di Agung I dan Agung II pada November. Persiapan sedang berjalan dan kapal sedang menuju lokasi. “Insya Allah itu juga bisa discovery,” ujarnya. INPEX bersama bp juga akan melakukan eksplorasi di WK Barong.
Rencana teknisnya cukup besar. SKK Migas menyebut seismik tiga dimensi (3D) di WK Agung I sepanjang sekitar 1.800 kilometer. Di WK Barong, survei 3D mencakup sekitar 1.857 kilometer. Untuk WK Agung II, survei seismik dua dimensi (2D) sepanjang sekitar 285 kilometer. Nilai investasi survei di Agung I dan Agung II diperkirakan lebih dari 42,7 juta dolar AS. Kegiatan seismik direncanakan berlangsung hingga awal 2027. Sejumlah laporan media mencantumkan angka luas survei yang berbeda, sehingga angka final sebaiknya mengacu pada rilis resmi SKK Migas.
Perhitungan awal menaksir potensi gas di kawasan Agung I dan Agung II berkisar 1 triliun hingga 7 triliun kaki kubik (TCF). Angka itu masih berupa estimasi dan baru menjadi cadangan jika terbukti lewat pengeboran serta layak secara ekonomi. Survei sebelumnya di Agung I dan Agung II selesai pada kuartal pertama 2024 dengan investasi sekitar 25,9 juta dolar AS, menurut keterangan seorang praktisi industri di LinkedIn.
Dukungan daerah juga sudah dijaring. Pada 10 September 2026, pimpinan bp, INPEX, SKK Migas, dan pemerintah daerah bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster. SKK Migas menyebut Koster mendukung kegiatan eksplorasi di wilayah kerja tersebut. Pada 24 September, SKK Migas bersama KKKS dan pemerintah daerah juga menggelar doa bersama dan acara adat. Kegiatan itu dimulai di pura-pura terdekat, lalu berlanjut di pantai dan laut dengan melibatkan pemuka agama setempat dan Gubernur Bali. Djoko menyebutnya bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.
Djoko berharap keberhasilan eksplorasi membawa dampak ekonomi lokal. “Insya Allah berhasil, maka INPEX dan BP bisa berkantor di Bali,” katanya, seperti dikutip RuangEnergi. Namun, kantor di Bali baru mungkin jika seismik menunjukkan prospek, pengeboran menemukan gas, dan pengembangan layak secara ekonomi.
Pengamat energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai keterlibatan bp dan INPEX menjadi sinyal bahwa potensi energi Indonesia masih menjanjikan. Ia mencatat INPEX juga memegang kendali Proyek Abadi di Blok Masela. Keberhasilan eksplorasi Bali berpotensi menambah pasokan gas nasional bila cadangan terbukti dan bisa dikembangkan.
#SKKMigas #SeismikBali #Eksplorasi #Migas #bp #INPEX #WKAgung #WKBarong #GasBumi #KetahananEnergi












