Isu Jokowi Jadi Ketum PSI Menguat Partai Tunggu November

Fokus, Nasional, Politik20 Dilihat

Solo – Kabar bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menguat. Isu itu bergulir menjelang awal November 2026, di tengah spekulasi soal arah koalisi menuju Pilpres 2029. Hingga kini PSI belum mengumumkan keputusan resmi.

Sejumlah media melaporkan Jokowi disebut akan mendeklarasikan diri sebagai ketua umum pada awal November. Informasi itu pertama kali dilaporkan JawaPos.com. Namun, belum ada pengumuman resmi dari pihak partai maupun dari Jokowi yang membenarkan agenda tersebut.

Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga, yang akrab disapa Bro Ron, mengakui adanya aspirasi dari pengurus daerah agar Jokowi memimpin partai. Ia mengaku menyampaikan usulan itu langsung saat berkunjung ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (21/10/2026). Menurutnya, PSI terbuka terhadap masukan kader. Meski begitu, ia menegaskan usulan tersebut belum tentu terwujud.

Jokowi sendiri sebelumnya menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI dalam Rapat Koordinasi Daerah DPP PSI Kota Bandung pada Sabtu (26/9/2026). Langkah itu memicu pertanyaan tentang posisinya di partai. Pada Kamis (1/10/2026) di Solo, ia menjawab bahwa jabatan ketua umum ditentukan lewat kongres. “Harus melalui mekanisme partai,” ujarnya. Ia menyerahkan sepenuhnya soal posisi di DPP PSI kepada partai.

Ketua DPP PSI Bestari Barus kemudian meminta publik bersabar. Ia menyebut Ketua Umum Kaesang Pangarep akan menyampaikan posisi Jokowi pada peringatan HUT PSI di bulan November. Bestari juga menegaskan masukan dari berbagai pihak tetap dipertimbangkan, tetapi penentuan ketua umum tetap mengikuti mekanisme partai.

Sebagai catatan, Kaesang terpilih sebagai ketua umum dalam Kongres PSI di Solo pada Juli 2025 dengan perolehan 65,28 persen suara. Partai berlambang gajah itu belum berhasil menembus Senayan pada pemilu lalu, dan Kaesang sempat meminta maaf atas hal tersebut.

Kabar ini turut memunculkan rumor lain. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM disebut-sebut bakal pindah dari Partai Gerindra ke PSI dan dipasangkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029. Sejumlah nama lain ikut dikaitkan dalam spekulasi, termasuk Menko Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Belum ada satu pun yang terkonfirmasi.

Bro Ron membantah rumor kepindahan KDM. “Kabar burung saja,” katanya. Ia menyatakan tidak pernah ada pertemuan dengan pimpinan PSI, bahkan tidak pernah dibahas di internal. Ia menambahkan KDM sudah berada di partai besar dan pemenang pemilu. Bro Ron juga menegaskan sikap politik PSI saat ini tetap mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran hingga masa pemerintahan mereka tuntas.

Dengan demikian, informasi yang bisa dipastikan sejauh ini terbatas. Usulan Jokowi menjadi ketua umum baru berupa aspirasi kader. Keputusan akhir disebut akan melalui mekanisme partai dan pengumuman dari Kaesang. Publik kini menanti kejelasan pada November.

#Jokowi #PSI #KetumPSI #KaesangPangarep #PartaiSolidaritasIndonesia #Pilpres2029 #DediMulyadi #GibranRakabuming #PolitikIndonesia #BeritaTerkini