Asuncion – Krisis perbankan di Paraguay berubah menjadi guncangan politik. Santiago Pena, presiden yang berkuasa sejak 2023, dicopot dari jabatannya dan didakwa hanya beberapa hari setelah bank digital Ueno Bank runtuh. Bank itu mengaku memiliki sekitar 3 juta nasabah, setara kira-kira 60 persen penduduk dewasa Paraguay, dan mengelola dana publik 800 juta hingga 850 juta dolar AS.
Awal krisis
Otoritas pengawas mengambil alih Ueno Bank pada Selasa (3/11/2026) karena rasio solvabilitasnya merosot hingga kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan. Aplikasi, kartu, dan layanan transfer bank itu langsung lumpuh. Simpanan 2,94 juta nasabah ikut terkunci, termasuk dana sejumlah lembaga publik dan dana pensiun seperti Institut Jaminan Sosial milik negara.
Antrean panjang mengular di kantor cabang pada Selasa dan Rabu, sementara demonstrasi pecah di berbagai titik Asuncion. Kepanikan menjalar ke bank lain. Lonjakan pembukaan rekening baru membuat aplikasi sejumlah bank terganggu. Sebagian aksi protes berujung bentrok dengan polisi.
Pena mundur tapi ditolak
Pena mengajukan surat pengunduran diri pada Kamis (5/11). Parlemen menolaknya dan tetap melanjutkan pemakzulan. Menurut laporan IDN Times, langkah itu untuk mencegah Pena memperoleh kekebalan politik yang bisa didapat bila berhenti atas kehendak sendiri. Majelis rendah memakzulkannya dengan suara 78 banding 0, sebuah keretakan besar di tubuh Partai Colorado. Jaksa juga menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap delapan eksekutif Ueno.
Senat mencopot Pena pada Jumat (6/11). Pada hari yang sama, mantan Wakil Presiden Pedro Alliana dilantik sebagai presiden. Alliana dari Partai Colorado berjanji membantu warga terdampak, meski ia sendiri disebut tengah diselidiki terkait runtuhnya bank itu. Pena sempat menjalani tahanan rumah.
Dakwaan
Pada Sabtu (7/11) jaksa mendakwa Pena dengan pelanggaran kepercayaan dan pengelolaan demi keuntungan pribadi. Jaksa menuduhnya memakai pengaruh politik untuk mengarahkan dana publik ratusan juta dolar ke Ueno dan melindungi bank itu dari pengawasan saat kekhawatiran atas pinjaman berisiko muncul. Ia juga dituduh mengizinkan dana pensiun negara menaruh deposito 355 juta dolar AS (sekitar Rp6,43 triliun) di Ueno, melampaui batas hukum.
Pena memegang saham di perusahaan induk bank itu hingga Maret 2025. Ia membantah bersalah dan menyebut masalah Ueno semata persoalan regulasi. Jaksa mengajukan penahanan praperadilan serta pembatasan aset terhadapnya, dan Metro TV melaporkan ia kini ditahan preventif.
Mantan Kepala Bank Sentral Carlos Carvallo ikut didakwa. Ia ditunjuk Pena memimpin bank sentral pada 2023 dan sebelumnya pernah menjadi eksekutif di perusahaan yang kemudian menjadi Ueno Bank. Tuduhannya mencakup pelanggaran kepercayaan, pengelolaan demi keuntungan pribadi, dan pemalsuan dokumen publik.
Bank Sentral Paraguay menyatakan 1,2 juta nasabah telah menerima penggantian sebagian atau penuh atas simpanan yang diasuransikan. Banyak nasabah lain masih menunggu, dan kemarahan publik belum reda.
#Paraguay #UenoBank #SantiagoPena #KrisisPerbankan #BankKolaps #Pemakzulan #BeritaInternasional #PedroAlliana






