Jakarta – Dua jet tempur elektronik milik Angkatan Laut Amerika Serikat mengalami tabrakan di udara saat melakukan demonstrasi aerobatik di Gunfighter Skies Air Show di Idaho, Amerika Serikat.
Peristiwa dramatis ini terjadi pada Minggu sore waktu setempat dan langsung memicu kepanikan ribuan penonton yang menyaksikan pertunjukan udara tersebut. Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diketahui merupakan dua unit EA-18G Growler, jet peperangan elektronik canggih Angkatan Laut AS dari skuadron VAQ-129.
Kedua pesawat yang sedang terbang dalam formasi aerobatik tiba-tiba bertabrakan di udara sebelum pecah dan jatuh di area dekat Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home, Idaho. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik mengerikan saat kedua jet tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum saling bertabrakan.
Dampak dahsyat tersebut menyebabkan serpihan pesawat beterbangan di udara disertai ledakan besar dan kepulan asap hitam tebal yang terlihat dari kejauhan. Penonton yang memadati area pertunjukan pun histeris melihat kedua pesawat tersebut jatuh. Beruntungnya, seluruh kru berhasil melarikan diri menggunakan kursi lontar darurat beberapa saat sebelum jet tersebut menyentuh tanah.
Otoritas militer Amerika Serikat memastikan keempat awak pesawat di kedua pesawat tersebut selamat dan segera dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Juru bicara Angkatan Laut AS mengatakan seluruh awak pesawat dalam kondisi stabil. Namun lokasi jatuhnya puing segera diamankan oleh polisi militer, pemadam kebakaran, dan tim penyelamat untuk mengantisipasi ledakan atau kebakaran lebih lanjut akibat bahan bakar pesawat. Akibat kejadian tersebut, seluruh rangkaian acara Gunfighter Skies Air Show langsung dihentikan.
Penampilan tim aerobatik legendaris Thunderbirds yang dijadwalkan menutup acara juga dibatalkan karena alasan keamanan dan perlunya penyelidikan militer. EA-18G Growler sendiri merupakan salah satu pesawat peperangan elektronik termodern yang dimiliki Amerika Serikat.
Jet buatan Boeing ini dikembangkan dari platform F/A-18 Super Hornet dan dirancang khusus untuk misi peperangan elektronik, termasuk pengacau radar, sistem komunikasi, dan pertahanan udara musuh. Pesawat yang mampu melaju dengan kecepatan hingga Mach 1,6 atau sekitar 1.900 kilometer per jam ini dioperasikan oleh dua awak yaitu pilot dan Electronic Warfare Officer.
Selain digunakan untuk misi tempur, EA-18G juga sering ditampilkan di berbagai pertunjukan udara militer Amerika karena kemampuan manuver dan teknologinya yang canggih. Hingga saat ini, penyebab pasti tabrakan tersebut masih diselidiki oleh tim investigasi gabungan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika Serikat.
Cuaca saat kejadian dilaporkan cukup cerah, namun terdapat hembusan angin di area pertunjukan yang diduga mengganggu manuver pesawat. Penyidik juga akan mendalami kemungkinan kesalahan formasi, faktor teknis, atau kendala komunikasi antar pilot. Kecelakaan ini menjadi salah satu kejadian paling serius dalam sejarah Gunfighter Skies Air Show.
Sejumlah analis penerbangan militer menilai, kejadian ini sekali lagi menunjukkan tingginya risiko pertunjukan aerobatik militer, terutama jika melibatkan jet tempur berkecepatan tinggi dengan manuver ekstrem di udara. Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat telah mengalami beberapa kecelakaan pesawat militer selama pelatihan dan demonstrasi udara. Tingginya intensitas operasi militer, pelatihan tempur, dan usia beberapa armada disebut menjadi tantangan bagi keselamatan penerbangan militer AS.
Namun, Angkatan Laut AS menegaskan penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian dan mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.






