Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali anjlok, mencapai Rp 17.660 per 1 dolar AS, yang membuat masyarakat khawatir dengan kondisi keuangan di sini. Pelemahan rupiah merupakan titik terendah dalam sejarah dan hal ini tidak luput dari perhatian Komisi DPR.
Perry Warjiyo, Kepala Honcho di Bank Indonesia, menyampaikan pendapatnya bersama DPR bahwa rupiah sedang merasakan panasnya isu-isu global dan lokal. Alasan utamanya adalah meningkatnya ketegangan politik internasional, seperti yang terjadi antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang menyebabkan investor di seluruh dunia berebut dolar AS sebagai investasi yang aman.
Selain hal-hal geopolitik, pasar juga menunjukkan perekonomian Indonesia yang tumbuh di dalam negeri. Sekelompok investor mulai khawatir tentang betapa jernihnya pasar, apakah bank sentral benar-benar dapat tetap independen, dan semua pengeluaran pemerintah yang membuat orang berpikir bahwa hal ini memberikan tekanan lebih besar pada kesehatan keuangan negara kita. Kekhawatiran telah menyebabkan eksodus besar-besaran uang asing dari pasar Indonesia.
Pelemahan nilai tukar rupiah saat ini telah menyebabkan bank-bank menjual dolar dengan harga sekitar Rp 17.800 per dolar. Skenario ini membuat para pebisnis khawatir karena hal ini dapat menaikkan harga bahan baku, menumpuk utang luar negeri, dan mendongkrak harga barang dalam negeri.
Bank Indonesia mengatakan mereka meningkatkan permainannya di pasar valuta asing untuk menjaga agar rupiah tidak melemah. Perry Warjiyo mengatakan bahwa tugas BI adalah menjaga kestabilan uang kita dengan menggunakan berbagai cara, seperti membeli dan menjual mata uang di pasar spot, menangani obligasi, dan langkah keuangan lainnya.
Bank Indonesia juga memastikan cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan sekitar USD 10 miliar sejak awal tahun akibat upaya mempertahankan rupiah. Meski demikian, BI menilai posisi devisa nasional masih cukup aman untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Pada rapat DPR, beberapa anggota parlemen secara terbuka mengkritik pelemahan nilai tukar rupiah. Beberapa anggota parlemen bersikap skeptis terhadap dampak strategi keuangan BI dan menyerukan tindakan yang lebih berani untuk meningkatkan kepercayaan pasar. Penurunan nilai rupiah dapat memicu inflasi baru jika impor terus meningkat
Rumor beredar bahwa Bank Indonesia mungkin menaikkan suku bunga acuan pada rapat dewan mendatang. Sekelompok ekonom global yang disurvei oleh Reuters memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk menjaga rupiah tetap stabil dan membuat investor senang.
Meskipun terjadi gejolak di pasar keuangan, Presiden Prabowo Subianto mencoba meyakinkan masyarakat dengan menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih kokoh. Ketika Prabowo berada di Jawa Timur, ia memperhatikan bahwa masyarakat desa setempat tidak terlalu stres dengan naik turunnya dolar karena mereka tetap melakukan bisnis seperti biasa dengan menggunakan rupiah. Ia juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki cukup pangan dan energi yang disimpan.
Meski demikian, para pengamat ekonomi mengingatkan pelemahan nilai tukar rupiah masih akan berdampak luas terhadap perekonomian nasional. Ketika nilai tukar terlalu lemah, hal ini dapat mendongkrak harga barang-barang yang kita bawa dari luar negeri, membuat barang-barang di dalam negeri menjadi lebih mahal, dan menambah tekanan untuk membayar utang pemerintah dan swasta kepada orang asing. Situasi ini dapat melemahkan daya beli masyarakat jika bertahan terlalu lama.
Nilai tukar rupiah terpuruk, dan hal ini terjadi ketika pasar saham Indonesia sedang tidak terlalu panas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sekitar 2 persen setelah sejumlah perusahaan Indonesia dikeluarkan dari indeks global MSCI, sehingga memicu tekanan tambahan pada pasar keuangan domestik.
Para analis memperkirakan rupiah akan terus melemah dalam jangka waktu yang lebih lama kecuali kekhawatiran dunia mulai mereda. Perry Warjiyo memiliki pandangan positif bahwa rupiah akan kembali stabil pada paruh kedua tahun 2026, seiring dengan menurunnya kebutuhan dolar untuk pembayaran utang dan dividen.






