Kepadatan arus balik di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mulai meningkat sejak H+3 Lebaran, Jumat (4/4/2025). Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, mengungkapkan bahwa volume kendaraan yang mengarah dari timur menuju Bandung dan Jakarta mengalami peningkatan signifikan. Data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 47.721 unit kendaraan melintas melalui Jalur Nagreg menuju Bandung.
Untuk mengatasi kepadatan tersebut, pihak kepolisian memberlakukan skema one way sepenggal. Rekayasa lalu lintas ini diterapkan tiga kali dari arah timur ke Bandung dan satu kali dari Bandung ke Leles. “Karena terjadi kepadatan arus, kami lakukan CB one way sepenggal mengarah ke Bandung tiga kali, kemudian dari Bandung ke Leles ini satu kali,” ujar Aldi.
Selain itu, Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada H+4 Lebaran atau Sabtu (5/4/2025). Prediksi ini didasarkan pada analisis pergerakan kendaraan serta adanya kebijakan cuti bersama yang cukup panjang pada Lebaran tahun ini. “Cutinya cukup panjang, jadi masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan balik. Namun kami perkirakan puncak arus balik tetap terjadi pada hari Sabtu,” kata Eric.
Meskipun demikian, kepadatan lalu lintas di jalur tersebut diperkirakan tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh rekayasa lalu lintas yang efektif dan kebijakan pendukung seperti layanan mudik gratis dan cuti bersama yang lebih panjang. “Ini terobosan luar biasa dari pemerintah. Masyarakat bebas memilih kapan akan balik, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisir,” tambah Eric.
Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Danu Raditya Atmadja, menambahkan bahwa volume kendaraan yang melintasi Nagreg saat arus balik sudah terlihat sejak Kamis malam, terutama pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Kendaraan yang melintas dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung terus meningkat, sedangkan dari arah Bandung ke Garut dan Tasikmalaya menurun. “Dari Garut-Tasikmalaya ke Bandung sampai pukul 15.00 WIB sekitar 27.508 unit. Arah Bandung ke Garut-Tasikmalaya ada 14.536 unit,” ungkap Danu.
Peningkatan arus balik juga terpantau di jalur Lingkar Nagreg. Pada Kamis malam, kendaraan mengular hingga lima kilometer dari jembatan Ciherang Nagreg, melewati terowongan Nagreg, hingga Lingkar Barat Nagreg. Kepadatan ini terjadi akibat tingginya volume kendaraan yang melintas secara bersamaan.
Untuk mengurai kepadatan, selain memberlakukan skema one way sepenggal, pihak kepolisian juga menyiapkan tim pengurai kepadatan yang berjaga di sepanjang jalan Nagreg hingga menuju Gerbang Tol Cileunyi. “Kami telah menyiapkan tim pengurai kepadatan yang terus berjaga di sepanjang jalur Nagreg hingga Gerbang Tol Cileunyi,” kata Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Danu Raditya Atmadja.
Sementara itu, arus lalu lintas dari Bandung ke arah Limbangan Garut terpantau ramai lancar. Namun, pihak kepolisian tetap berjaga dan melakukan penguraian arus jika terjadi kepadatan. Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, memprediksi bahwa puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini. Ia berharap para pemudik yang telah menyelesaikan tujuannya untuk segera kembali ke kotanya masing-masing. “Kami memprediksi ini di hari Jumat sampai dengan Minggu. Mudah-mudahan saya berharap masyarakat sudah bisa mencicil pulang. Apabila sudah selesai mudiknya, liburannya, silakan dicicil kembali ke tempat awal berangkat,” kata Aldi.
Selain itu, Aldi mengimbau para pemudik yang melintas Nagreg untuk tetap berhati-hati. Pasalnya, saat ini kondisi cuaca dalam keadaan hujan dengan intensitas ringan. “Saya imbau kepada masyarakat karena kondisinya hujan, jadi silakan berhati-hati dalam berkendara. Apabila lelah dan letih bisa beristirahat di pos-pos pengamanan dan pelayanan yang sudah kami siapkan yang tersebar di sepanjang jalan,” kata Aldi.
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung terus berupaya mengantisipasi dan mengurai kepadatan arus balik di Jalur Nagreg. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dan mematuhi arahan petugas di lapangan guna kelancaran perjalanan kembali ke kota masing-masing.