GARUDA MUDA CETAK SEJARAH: TAKLUKKAN KOREA SELATAN DI PIALA ASIA 2025

Fokus, Olahraga16 Dilihat

Stadion Prince Abdullah Al Faisal menjadi saksi sejarah baru bagi sepakbola Indonesia. Untuk pertama kalinya, Timnas Indonesia U-17 sukses mengalahkan raksasa Asia, Korea Selatan, dalam laga resmi di ajang Piala Asia U-17.

Dalam pertandingan pembuka Grup C Piala Asia U-17 2025 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, Jumat malam (4/4/2025), skuad asuhan Nova Arianto tampil mengejutkan. Meski sepanjang pertandingan digempur oleh tim Korea Selatan yang dikenal agresif dan taktis, Garuda Asia berhasil mencuri kemenangan dramatis dengan skor tipis 1-0.

Gol penentu lahir di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada masa injury time babak kedua. Evandra Floresta menjadi pahlawan kemenangan setelah sukses menyambar bola muntah dari eksekusi penaltinya yang sempat ditepis oleh kiper Korea Selatan.

Sontak, gol ini membungkam seluruh publik yang semula menjagokan tim Negeri Ginseng. Dengan hasil ini, Indonesia langsung merangsek ke puncak klasemen sementara Grup C dengan koleksi 3 poin.

DOMINASI KOREA SELATAN, KETANGGUHAN INDONESIA

Sejak peluit awal ditiup wasit, Korea Selatan tampil dominan. Tim asuhan pelatih Oh Seong-hwan menekan lini belakang Indonesia dengan penguasaan bola tinggi dan pressing ketat. Namun, solidnya pertahanan Indonesia yang dikomandoi oleh duet bek tengah dan penjaga gawang yang tampil cemerlang membuat serangan Korea tak membuahkan hasil.

Di sisi lain, Indonesia mengandalkan skema serangan balik cepat. Kendati hanya sesekali mendapat peluang, Garuda Asia tetap menunjukkan determinasi dan mentalitas tinggi, tidak gentar menghadapi lawan yang secara historis dan teknis unggul.

GOL YANG MENGUBAH SEJARAH

Saat laga tampak akan berakhir imbang tanpa gol, Indonesia mendapatkan hadiah penalti setelah pelanggaran di dalam kotak karena bola mengenai tangan pemain Korea. Evandra Floresta maju sebagai eksekutor, namun tendangannya berhasil ditepis. Beruntung baginya dan seluruh bangsa, bola muntah kembali ke arahnya dan ia tak ragu menjebloskannya ke dalam gawang.

Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Suasana euforia langsung pecah, baik di stadion maupun di Tanah Air. Kemenangan ini bukan hanya berarti tiga poin, melainkan simbol kebangkitan sepakbola usia muda Indonesia.

MEMUTUS DOMINASI KOREA SELATAN

Pertandingan ini menjadi kemenangan pertama Indonesia atas Korea Selatan di level U-17. Dari tiga pertemuan sebelumnya, Indonesia belum pernah menang—hanya sekali imbang dan dua kali kalah. Bahkan dalam pertemuan terakhir di Piala Asia U-17 2008, Korea Selatan menghancurkan Indonesia dengan skor telak 9-0.

Kemenangan ini juga menjadi yang ketiga sepanjang sejarah Indonesia di Piala Asia U-17. Sebelumnya, Garuda Asia hanya pernah menang atas Tajikistan (4-1) pada 2010 dan Iran (2-0) pada 2018.

“Ini bukan hanya kemenangan atas Korea, tapi kemenangan atas rasa minder dan sejarah panjang ketertinggalan. Anak-anak bermain luar biasa,” kata pelatih Nova Arianto seusai pertandingan.

DUKUNGAN MENGALIR DARI DALAM NEGERI

Presiden PSSI Erick Thohir melalui akun media sosialnya langsung mengucapkan selamat dan menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari kerja keras pembinaan usia dini yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Laga ini menunjukkan bahwa kita mampu bersaing dengan negara besar sekalipun. Terima kasih untuk perjuangan luar biasa. Perjalanan masih panjang, tetap fokus!” tulis Erick.

Dukungan juga datang dari mantan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, yang menyebut bahwa kemenangan ini menjadi “buah dari regenerasi yang sehat”.

TARGET LOLOS DARI GRUP C

Dengan kemenangan ini, Indonesia memimpin klasemen Grup C di atas tim kuat lainnya. Grup ini juga diisi oleh Arab Saudi dan Suriah, yang bermain imbang 1-1 pada pertandingan lainnya.

Jika mampu meraih hasil positif di dua laga berikutnya, Indonesia berpeluang besar untuk melangkah ke perempat final—sebuah pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya oleh Garuda Asia.

“Kami belum puas. Fokus kami adalah lolos dari grup, baru setelah itu bicara lebih jauh,” ujar kapten tim, Rafi Darmawan.

EVANDRA, PENERUS PENYERANG LEGENDARIS?

Penampilan gemilang Evandra Floresta langsung membuatnya disorot. Striker muda yang kini menimba ilmu di akademi Eropa ini disebut-sebut sebagai calon penerus striker legendaris Indonesia.

Dalam sesi wawancara seusai laga, Evandra menyatakan bahwa kemenangan ini bukan miliknya pribadi, tetapi hasil dari kerja keras tim.

“Saya hanya menjalankan tugas. Gol itu hadiah untuk semua pemain, pelatih, dan rakyat Indonesia yang mendukung kami,” ujarnya rendah hati.

PERJALANAN MASIH PANJANG

Meski kemenangan atas Korea Selatan memberikan semangat besar, Nova Arianto mengingatkan bahwa kompetisi belum selesai. Laga kedua akan menjadi ujian berat, apalagi Arab Saudi bermain sebagai tuan rumah grup dan memiliki dukungan penuh dari publik lokal.

Namun, kemenangan ini telah menciptakan momentum besar. Para pengamat menilai, jika konsistensi dan fokus dapat dijaga, bukan tak mungkin Indonesia melangkah jauh dalam turnamen ini.

Selanjutnya: Indonesia vs Arab Saudi, Senin (7/4/2025) – Laga penentu peluang lolos fase gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *